SUGAR SPICE & EVERYTHING NICE♥

Sabtu, 03 Mei 2014

Materi Akuntansi Internasional BAB I : PENDAHULUAN

PERBEDAAN AKUNTANSI INTERNASIONAL DENGAN AKUNTANSI LAIN
Seiring dengan bisnis dan pasar keuangan yang telah banyak menuju internasionalisasi, begitu juga dengan perbedaan dalam akuntansi internasional yang menjadi lebih penting dari sudut pandang analisis pernyataan keuangan internasional. Perbedaan akuntansi internasional membawa sejumlah permasalahan dari sudut pandang analisis keuangan.
1. Pertama, sebagai usaha untuk menilai perusahaan asing, ada kecenderungan untuk melihat pendapatan dan data finansial yang lain dari sudut pandang negara asalnya, dan karena adanya bahaya dari mengabaikan efek dari perbedaan akuntansi. Kecuali perbedaan signifikan yang diambil ke dalam akun, mungkin dengan beberapa keterlibatan pernyataan ulang, ini mungkin mempunyai konsekuensi yang sangat serius.
2. Kedua, kesadaran dari perbedaan internasional menyarankan perlunya untuk menjadi familiar dengan prinsip akuntansi negara asing sebagai tujuan untuk mengenal lebih baik data pendapatan dalam konteks pengukuran.
3. Ketiga, persoalan dari sifat yang bisa dibandingkan dan harmonisasi akuntansi yang diulas dalam konteks dari kesempatan investasi alternatif.

Perbedaan yang timbul disebabkan oleh:
1. pertumbuhan ekonomi,
2. inflasi,
3. sistem politik,
4. pendidikan,
5. profesi akuntan,
6. peraturan perpajakan,
7. pasar uang, dan
8. modal.

Dalam hal ini, Choi dan Levich (1991) menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk menganalisa dampak dan relevansi dari perbedaan dalam kemiripan dan ke tidak miripan lingkungan ekonomi. Dalam lingkungan atau situasi akuntansi yang mirip, perbedaan akuntansinya adalah ketidak logisan dan petunjuk ke arah hasil yang tidak bisa dibandingkan. Praktik logikal menyarankan perlakuan akuntansi yang mirip/sama. Ketika lingkungan ekonomi tidak sama, tetapi, seperti kasus investasi internasional, perbedaan akuntansi bisa dibenarkan, khususnya dimana letak ketidak samaan itu ada di peraturan perusahaan, peraturan pajak, sumber keuangan, kebiasaan bisnis, kebudayaan akuntansi dan seterusnya. Di sisi lain, perlakuan akuntansi yang mirip mungkin dibenarkan ketika beberapa faktor memiliki beberapa kemiripan yang signifikan. Pentingnya pengertian dari faktor lingkungan dan kebudayaan/kultural sangat diperhatikan.
Menurut (Choi 2005) akuntansi internasional memiliki tiga pengertian yaitu:
1. Pertama, konsep parent foreign subsidiary accounting
    Menganggap bahwa akuntansi internasional hanya proses penyusunan laporan konsolidasi
    antara perusahaan induk dan cabang yang berada di berbagai Negara
2. Kedua, konsep comparative/international accounting
    Menekankan pada upaya mempelajari perbedaan akuntansi di berbagai Negara
3. Ketiga, universal atau world accounting
    Kerangka/konsep teori dan prinsip akuntansi yang berlaku di semua Negara.

Perbedaan akuntansi internasional dengan akuntansi lain terdapat pada :
1. Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinasional company – MNC).
2. Operasi transaksi melintasi batas – batas negara.
3. Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan.
4. Perpajakan Internasional
5. Transaksi Internasional

Ada 3 kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh. Kekuatan-kekuatan itu adalah sebagai berikut :
      (1) Faktor lingkungan,
      (2) Internasionalisasi dari  disiplin akuntansi,
      (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi.

Faktor-Faktor Lingkungan
Baik Negara maju atau Negara berkembang besar atau kecil pada belahan bumi yang satu ataupun yang lain, semuanya mengalami hubungan internasional yang lebih erat dan ketergantungan ekonomi yang tinggi. Ada 15 faktor lingkungan yang memberi dampak pada akuntansi. Pemilihan bersifat subyektif dan daftarnya bisa berubah dengan berlalunya waktu.
1. Berfikir secara global
2. Ketergantunga perekonomian.
3. Pasar Modal Global.
4. Perusahaan-perusahaan Multinasional (MNCs).
5. Operasi Internasional yang Menguntungkan.
6. Teori yang Tidak Memadai.
7. Kompetensi Manajemen Internasional.
8. Rintangan Akuntansi.
9. Pendapatan dan Rasio yang Tidak Dapat diperbandingkan.
10. Kebutuhan akan standar internasional.
11. Menara akuntansi “Babel”
12. Beragamnya Pembuatan Standar
13. Ekonomi Politik dari akuntansi dunia.
14. “Relevance Lost” dari Akuntansi Manajerial.
15. Pendidikan dan Riset.

Internasionalisasi Disiplin Akuntansi
Tiga faktor Kunci telah memainkan peranan yang menentukan dalam internasionalisme (bidang atau disiplin) akuntansi:
1. Spesialisasi
Seperti halnya ilmu kedokteran, pada saat ini spesialisasi dalam akuntansi adalah suatu fakta misal di USA dan Jerman.akuntansi internasionak adalah satu bidang keahlian yang diakui dalam bidang akuntasi bersama-sama dengan akuntansi pemerintahan, akuntansi perpajakan, auditing, akuntansi manajemen, akuntansi perilaku dan sistem informasi.
2. Sifat internasional dari sejumlah masalah teknis
Perdagangan internasional, operasi bisnis multinasinal, investasi asing dan transaksi-transaksi pasar merupakan masalah yang unik dalam internasionalisme akuntansi
3. Alasan historis
Sejarah akuntansi adalah sejarah internasional .Pembukuan double entry yang dianggap sebagai asal mula akuntansi yang ada sekarang yang bermigrasi ke beberapa negara termasuk indonesia. Wansan akuntasi dengan demikian, bersifat internasional

Internasionalisasi Profesi Akuntansi
Komunitas internasional antar akuntan-akuntan profesional dan bahwa organisasi – organisasi akuntansi internasionaal harus mampu memberikan keharmonisan profesional yang lebih baik diseluruh dunia, seperti :
1. Praktek Profesional Internasional
2. Penelitian dang Pengembangan
3. Pemberian Ijin Profesi dan Kerjasama Kesetaraan Antar Bangsa
4. Dukungan Pendidikan

TIGA BIDANG CAKUPAN YANG LUAS DARI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Dalam akuntansi internasional terdapat3 bidang yang luas, Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas tersebut antara lain :
1. Pengukuran
Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi.
2. Pengungkapan
Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan.
3. Auditing
Proses dimana para kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi ( pengujian ) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

SEJARAH AKUNTANSI  INTERNASIONAL DAN TREN KEBIJAKAN SEKTOR KEUANGAN NASIONAL
Sudut Pandang Sejarah Akuntansi Internasional
Awalnya, Akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi moderen dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447).
Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”. Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara eropah seperti Jerman, Belanda, Inggris.
Luca memperkenalkan 3 (tiga ) catatan penting yang harus dilakukan:
1. Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
2. Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
3. Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).

Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.

Pembukuan ala Italia “ kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik.  Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an.  Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia,  Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis.  Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang,  Swedia,  dan Kekaisaran Rusia.
Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat,  kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan.  Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri.  Setelah Perang Dunia II,  pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat.  

Tren Kebijakan Sektor Keuangan Nasional
Bagi banyak negara,  akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.
1. Akuntansi banyak digunakan diberbagai negara, tetapi masing – masing negara menerapkan dengan standar dan praktek akuntansi yang sesuai dengan hukum nasional.
2. Terakhir, hingga saat ini terus diupayakan untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan, dan auditing.
 
PERAN AKUNTANSI DALAM BIDANG USAHA DAN PASAR MODAL GLOBAL
Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.
Menurut peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.      Proses pendaftaran
2.      Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP negara masing-masing tetapi masing-masing ada persyaratan tambahan antara lain :
a.      Mengisi Form 20-7 untuk laporan tahunan
b.      Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity agar sesuai dengan US GAAP
c.      Memberikan disclosure sesuai US GAAP
            d.      Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu di audit

Sebagaimana diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham publik khususnya investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private Placement atau Institutional Investor market biasanya dianggap memilki kemampuan untuk meneliti kelayakan suatu investasi sehinggan tidak perlu secara khusus mendapat perlindungan pemerintah.

Dalam transaksi pasar modal global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers). Pengelompokan ini dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal harus menginvest sebesar US $ 250 milion. Bagi kelompok investor ini biasanya tidak memerlukan banyak disclosure (pengungkapan) laporan keuangan.

Di samping itu dikenal ADR atau American Depository Receipts. Metode ini dimaksudkan untuk mengonversi saham dari luar ke pasar domestik Amerika sehingga lebih cocok dengan kondisi ekonomi dan investornya. Misalnya saham nilai 10.000 dollar bisa dipecah menjadi senilai US $ 100 per lembar atau seballiknya US$ 0.10 bisa dibuat menjadi US$ 100,00 per lembar. Di samping ADR ada lagi GDR (Global Depository Receipts) yang sifat dan maksudnya sama untuk mempermudah investor menanamkan modalnya di berbagai pasar, perusahaan atau negara.
Keadaan ini semua menjadi pemicu dan mempercepat proses menuju global market dan global accounting standard.

Sumber : 
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/perbedaan-akuntansi-internasional-dengan-akuntansi-lainnya/
http://yulitamaulida21209675.blogspot.com/2013/03/bab-i-pendahuluan_6.html

Minggu, 05 Januari 2014

Tugas Kelompok Softskill Etika Profesi Akuntansi

JUDUL MAKALAH : ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada era informasi globalisasi menyebabkan lingkungan bisnis mengalami perubahan yang sangat pesat dengan tingkat persaingan yang ketat. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien untuk mempertahankan eksistensinya, sehingga pengetahuan merupakan kekuatan yang sangat penting untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Informasi yang berkualitas yaitu yang akurat, relavan dan tepat waktu sehingga keputusan bisnis yang tepat dapat dibuat yang disesuaikan dengan sistem informasi akuntansi yang diterapkan di masing-masing perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi dalam penggajian merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. 
1.2 Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengemukakan permasalah yang berhasil dirumuskan, yaitu sebagai berikut : 
1. Bagaimanakah sistem informasi penggajian bagian produksi yang diterapkan pada perusahaan?
2. Bagaimana pengaruh sistem penggajian yang baru terhadap kinerja perusahaan?
1.3 Batasan Masalah
Agar penulis lebih terarah, maka penulis membatasi pembahasan penulisan ilmiah ini dengan lebih terfokus pada sistem informasi akuntansi penggajian terhadap karyawan buruh yang bekerja di PT. SCG meliputi prosedur, dokumen, bagian yang terkait, dan pengendalian intern.
1.4 Tujuan Penulisan 
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
Untuk merancang suatu sistem informasi yang mengolah data gaji karyawan secara efektif dan efisien dengan komputer.

BAB II 

LANDASAN TEORI 

2.1 Pengertian Sistem 
Pada umunya orang banyak salah mengartikan bahwa sistem harus berhubungan dengan komputer dan program, sistem pada kenyataannya memiliki makna yang luas.“Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan” Mulyadi (2008:5). Menurut Diana Setiawati (2011:3) “sistem adalah serangkaian bagian yang saling tergantung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”. “Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama” Hall (2007:6).   Menurut Narko (2007:1) “sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi elemen-elemen yang berusaha mencapai tujuan tertentu”.
Dari uraian mengenai pengertian sistem secara umum di atas dapat disimpulkan bahwa sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang secara rutin terjadi.
2.2 Pengertian Informasi 
Definisi informasi menurut Krismiaji (2005:15) dalam buku yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi menjelaskan bahwa “informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfat”. Informasi harus dibedakan dari data, “data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai.Sedangkan informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti”, menurut Raymond Mc.Leod (2001:18). “Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat,” George H.Bodhar(2003:1).
Menurut tiga definisi yang diterangkan oleh para ahli tersebut bahwa informasi adalah hasil dari data yang diolah sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih berguna bagi yang menerimanya.
2.3 Pengertian Sistem Informasi 
James A.Hall (2001:7) menyatakan bahwa “ sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur normal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada para pemakai. ”PengertianSistem Informasi menurut Jogiyanto(2000) adalah informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Sistem informasi menerima input, yang biasa disebut dengan nama transaksi, yang kemudian dikonversi melalui berbagai proses menjadi output informasi yang akan didistribusikan kepada para pemakai informasi. Transaksi adalah sebuah peristiwa yang mempengaruhi atau penting bagi organisasi dan diproses oleh sistem informasinya sebagai suatu unit kerja.Definisi ini mencakup peristiwa keuangan dan non keuangan.
2.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi 
Menurut james A Hallsistem informasi akuntansi adalah subsistem SIA memperoleh berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan. “Sistem informasi akuntansi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terintegrasi menghasilkan laporan berbentuk data transaksi bisnis yang diolah dan disajikan menjadi sebuah laporan keuangan yang memiliki arti bagi pihak yang membutuhkannya”,Mardi (2011:4). Definisi menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin“SIA adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, memproses, menganalisis, mengkomunikasikan informasi pengambilan keputusan dengan orientasi finansial yang relevan bagi pihak-pihak luar dan pihak-pihak dalam perusahaan (secara prinsip adalah manajemen).” Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dan Amir Abadi Yusuf,  sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya kedalam informasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah seperangkat organisasi yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan informasi yang berguna baik untuk pihak intern maupun ekstern yang diperoleh dari pengumpulan dan pemrosesan data yang digunakan sebagai pengambilan keputusan. Teknik sistem dan dokumentasi dalam SIA merupakan Alat yang digunakan dalam analisis, desain dan dokumentasi serta memahami kaitan antar-subsitem.Teknik sistem ini biasanya berupa diagaram.Flowchart merupakan teknik sistem yang paling sering digunakan. Flowchart merupakan diagram simbol yang menunjukan arus data dan tahapan operasi dalam sebuah sistem.

BAB III 
PEMBAHASAN 

3.1 Sistem Penggajian PT. SCG ReadyMix 
Setiap perusahaan memiliki sistem penggajian yang berbeda-beda, namun pada PT. SCG ini, manajemen perusahaan menggunakan sistem gaji tetap dan variasi. Pada sistem pegawai ini pegawai mendapat gaji yang besarnya relatif tetap, tetapi ketentuan pada perusahaan tersebut bagi karryawan yang tidah hadir (absen) maka tidak akan dikenakan pemotongan terhadap gaji karyawan yang bersangkutan sesuai dengan kebijakan dari perusahaan. Namun pemotongan akan diberikan pada uang tunjangan. Begitupun yang lembur juga mendapatkan gaji tertentu.
3.2 Bagan Alir Flowchart Dokemen Terdahulu Pada Bagian HRD dan Bagian Finance 


Keterangan :    DK/DH           = Daftar Kehadiran
                        LPG                = Laporan Perhitungan Gaji bulanan
                        SG                   = Slip Gaji
                        DTG                = Daftar Transfer Gaji / Daftar Gaji
                        VPG                = Voucher Pembayaran Gaji / Bukti pembayaran gaji



3.3 Analisis Sistem 
Sistem informasi akuntansi sangat penting bagi sebuah perusahaan karena menggambarkan sistem pencatatan yang terkomputerisasi ke pencatatan yang berupa bagan alir flowchart. Sistem akuntansi hampir mewakili semua informasi yang ada selama perusahaan tersebut berjalan. Penggunaan bagan alur berupa flowchart untuk merancang sistem informasi, sangat diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan.
3.4 Kelebihan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Terdahulu 
Adapun kelebihan sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG yang sudah berjalan adalah sebagai berikut :
1. Dokumen yang diperlukan pada proses penggajian sudah cukup lengkap sehingga mempermudah proses penggajian.
3.5 Kekurangan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Terdahulu 
Adapun kekurangan sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG yang sudah berjalan adalah sebagai berikut :
1. Pada sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG terdahulu untuk daftar hadir masih menggunakan daftar hadir atau kartu hadir, sehingga banyak memakan waktu untuk membuat kartu hadir dan mengakibatkan kecurangan pun mudah untuk terjadi.
2. Bagian HRD seharusnya membuat rekapitulasi absensi kehadiran karyawan untuk meminimalkan kecurangan waktu masuk dan keluar dan dikonsolidasikan oleh pihak security yang mengawasi absensi.
3. Bukti instruksi pembayaran yang akan diposting pada buku besar, seharusnya dilakukan oleh departemen keuangan bagian akuntansi, karena sesuai dengan fungsi penggajian yang bertugas mencatat jurnal yang dibutuhkan. 
3.6 Bagan Alir Flowchart Dokumen Usulan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian PT. SCG ReadyMix
Bagian HRD 


Bagian Finance 


Dengan menambahkan alur flowchart pada Bagian Akuntansi 


3.7 Pengaruh Usulan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Terbaru 
Usulan baru tersebut mendatangkan banyak manfaat bagi perusahaan yaitu, mengurangi adanya manipulasi kehadiran karyawan, karena adanya rekapitulasi absensi daftar kehadiran karyawan oleh pihak HRD. Dan tidak adanya perangkapan tugas yang bisa menimbulkan adanya kecurangan dalam melakukan penggajian sehingga lebih terorganisir.
Penambahan fungsi bagian akuntansi ini merupakan fungsi tambahan yang harus ada dalam sistem penggajian pada perusahaan PT. SCG, karena didalam sistem penggajian suatu perusahaan terdapat fungsi bagian keuangan dan fungsi bagian akuntansi, dimana kedua fungsi bagian tersebut saling berhubungan dalam menentukan pemrosesan penggajian yang akurat. Fungsi bagian akuntansi pada PT.SCG ini bertugas untuk mencatat adanya kewajiban yang timbul dengan pembayaran gaji karyawan, misalkan :
a.    pencatatan atau pelaporan gaji keryawan
b.   membuat bukti kas keluar, serta melakukan penjurnalan

BAB IV 
PENUTUP 
4.1 Kesimpulan 
Setelah melakukan pembahasan mengenai prosedur yang diterapkan sistem akuntansi penggajian pada PT. SCG, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
Sistem akuntansi penggajian yang diterapkan dalam perusahaan adalah sistem gaji tetap dan bervariasi. Karyawan perusahaan mendapat gaji tertentu, tetapi bila lembur atau melakukan prestasi tertentu akan mendapat uang tambahan, sebaliknya bila tidak masuk kerja gajinya tidak akan langsung dipotong, tetapi tunjangannya yang akan dikurangi. Unit-unit yang terkait dalam sistem informasi akuntansi penggajian yaitu Unit HRD dan Unit Finance. Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penggajian adalah daftar kehadiran, perhitungan gaji bulanan, daftar transfer gaji, daftar transfer, dan slip gaji.
Sistem akuntansi penggajian yang diterapkan terdahulu oleh PT. SCG telah mempunyai sistem yang baik dan efektif. Walaupun masih menggunakan sistem manual, tetapi sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG telah memenuhi unsur-unsur pengendalian intern.
Dengan adanya sistem informasi akuntansi penggajian baru yang terkomputerisasi, dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk pembuatan berbagai macam laporan seperti : laporan karyawan, laporan lembur, laporan penggajian dan laporan rekapitulasi dana secara cepat dan tepat. Informasi data yang disajikan menjadi lebih akurat dan tingkat ketelitian lebih tinggi, kemungkinan membuat kesalahan sangatlah kecil dan koreksi data dapat dilakukan sewaktu – waktu dan dilaksanakan dengan cepat dan mudah. Misalnya: Bila terjadi suatu kesalahan akan dapat dengan cepat ditemukan dan segera dapat dibenarkan saat itu juga.

Nama Kelompok (4EB06) : 
1. Anggit Danisa 20210841 
2. Bunga Restarina Harahap 21210941
3. Dian Julia Puspitasari 21210961
4. Maulana 24210261
5. Setyo Rini Purbowati 26210489  

Konvergensi IFRS Di Indonesia

LATAR BELAKANG 
Pada dasarnya, tujuan didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Tujuan selanjutnya adalah memakmurkan nilai pemegang saham. Salah satu alat yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuannya adalah laporan keuangan. Semakin relevan dan handal suatu laporan keuangan yang dibuat, maka semakin besar kecenderungan yang sejalan dengan kepercayaan investor untuk tetap menanamkan modalnya di perusahaan. Dengan begitu, profit yang telah dicapai dan kemakmuran nilai pemegang saham juga telah terpenuhi.
Untuk menghasilkan laporan keuangan yang handal dan relevan, laporan keuangan tersebut harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. Standar akuntansi diantaranya berisi tentang aturan dalam pengakuan, pengukuran, pengungkapan dan penyajian suatu pos dalam laporan keuangan. Standar akuntansi ini juga digunakan agar laporan keuangan antar perusahaan memiliki keseragaman dalam penyajiannya, sehingga memudahkan pengguna untuk memahami informasi yang terkandung dalam laporan keuangan tersebut. Agar tidak menimbulkan ambiguitas dan salah paham terhadap laporan keuangan, standar akuntansi tidak hanya harus dipahami oleh penyusun laporan keuangan dan auditor, tetapi juga harus dipahami oleh pembaca.
Di Indonesia, standar akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan adalah PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan). Standar ini merupakan kumpulan dari berbagai standar akuntansi di dunia dan telah disesuaikan untuk digunakan di Indonesia. Praktik akuntansi di setiap negara berbeda-beda ini dikarenakan adanya pengaruh lingkungan, ekonomi, sosial, dan politik di masing-masing negara tersebut. Adanya tuntutan globalisasi atau tuntutan untuk menyamakan persepsi akuntansi di setiap negara mengakibatkan munculnya Standar Akuntansi Internasional atau yang lebih dikenal dengan IFRS (International Financial Reporting Standart) ini bertujuan untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis dalam bisnis lintas negara.

PEMBAHASAN
A. Konvergensi IFRS Di Indonesia
Baskerville (2010) dalam Utami, et al. (2012) mengungkapkan bahwa konvergensi dapat berarti harmonisasi atau standarisasi, namun harmonisasi dalam konteks akuntansi dipandang sebagai suatu proses peningkatan kesesuaian praktik akuntansi dengan menetapkan batas tingkat keberagaman. Jika dikaitkan dengan IFRS maka konvergensi dapat diartikan sebagai proses penyesuaian Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terhadap IFRS.
Lembaga profesi akuntansi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa Indonesia melakukan adopsi penuh IFRS pada tanggal 01 Januari 2012. Penerapan ini bertujuan agar daya informasi laporan keuangan dapat terus meningkat sehingga laporan keuangan dapat semakin mudah dipahami dan dapat dengan mudah digunakan baik bagi penyusun, auditor, maupun pengguna lain.
Dalam melakukan konvergensi IFRS terdapat dua macam strategi adposi yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara-negara maju. Sedangkan pada gradual strategy adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Terdapat 3 tahapan dalam melakukan konvergensi IFRS di Indonesia yaitu :
1. Tahap Adopsi (2008-2011) meliputi aktivitas dimana sluruh IFRS diadopsi ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan dan evaluasi terhadap PSAK yang berlaku.
2. Tahap Persiapan Akhir (2011) dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap persiapan infrastruktur yang diperlukan. Selanjutnya dilakukan penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS.
3. Tahap Implementasi (2012) berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK IFRS secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK secara komperehensif.
Mengapa IFRS ?
Indonesia merupakan bagian dari IFAC (International Federation of Accountant) yanh harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation) salah satunya adalah dengan menggunakan IFRS seabagi accounting standard. Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 Forum.
B. Dampak Implementasi IFRS Terhadap Bisnis dan Auditor 
Implementasi IFRS dapat memberikan dampak positif maupun negatif dama dunia bisnis dan jasa audit di Indonesia. Berikut ini adalah dampak dari penerapan IFRS :
1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
3. Kinerja keuangan akan lebih fluktiatif apabila harga-harga fluktuatif,
4. Smoothing Income menjadi semakin sulit dengan pengunaan balance sheet approach dan fair value.
5. Principle-based standard mungkin menyebabkan ketebandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila menggunakan professional judgement ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management)
6. Penggunaan off balance sheet semakin terbatas.
Fleksibilitas dalam standar IFRS yang bersifat principles-based akan berdampak pada tipe dan jumlah skill profesional yang seharusnya dimiliki oleh akuntan dan auditor. Pengadopsian IFRS mensyaratkan akuntan maupun auditor untuk memiliki pemahaman mengenai kerangka konseptual informasi keuangan agar dapat mengaplikasikan secara tepat dalam pembuatan keputusan. Pengadopsian IFRS mensyaratkan akuntan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kejadian maupun transaksi bisnis dan ekonomi perusahaan secara fundamental sebelum membuat judgement. Selain keahlian teknis, akuntan juga perlu memahami implikasi etis dan legal dalam implementasi standar (Carmona & Trombetta, 2008)
Pengadopsian IFRS juga menciptakan pasar yang luas bagi jasa audit. Berbagai estimasi yang dibuat oleh manajemen perlu dinilai kelayakannya oleh auditor sehingga auditor juga dituntut memiliki kemampuan menginterpretasi tujuan dari suatu standar. AAA Financial Accounting Standard Committee (2003) bahkan menyakini kemungkinan meningkatnya konfilk amtara auditor dan klien.

KESIMPULAN 
Konvergensi IFRS di Indonesia perlu didukung agar memperoleh pengakuan maksimal dari komunitas internasional khususnya dimata investor global. Dengan diadopsinya IFRS di Indonesia maka proses rekonsiliasi bisnis dalam bisnis lintas negara akan semakin mudah. Dapat dikatakan demikian karena diterapkannya suatu standar internasional akan meningkatkan kepercayaan internasional untuk berinvestasi di Indonesia.

Sumber : http://elraihany.wordpress.com/2013/04/24/konvergensi-ifrs-di-indonesia-perkembangan-dan-dampaknya-terhadap-bisnis-dan-auditor/

Rabu, 08 Mei 2013

Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis (Tugas 2)

NOUN PHRASE 

Dalam penulisan Bahasa Inggris ada unsur bahasa yang dituliskan berbalik dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia. Unsur atau kelas kata yang ditulis berbalikan dengan Bahasa Indonesia tersebut adalah frase kata benda, atau dalam Bahasa Inggrisnya noun phrase
Urutan penulisan noun phrase dalam Bahasa Inggris mengikuti aturan seperti berikut :
1.Determiner, isinya a / an (sebuah) atau bisa juga ‘the’
2.Opinion, opini orang tentang benda utama (contoh : handsome, kind, smart, dll)
3.Size, ukuran (contoh : large, medium, small, big, dll)
4.Age, umur atau berhubungan dengan waktu (contoh: old, young, dll)
5.Temperature, derajat (contoh : celcius, cool, hot, dll)
6.Shape, berhubungan dengan wujud dan bentuk
7.Colour, berhubungan dengan berbagai warna (contoh : blue, red, pink, yellow, dll)
8.Original, yaitu asal dari benda utama (berasal). Terdiri dari dua kelompok yaitu Country/City, asal tempat (Negara/kota) dan Material, asal bahan (contoh : iron, paper,dll)
9.Purpose, berhubungan dengan tujuan dari benda utama
10.Noun, urutan terakhir yang merupakan benda utama yang dijelaskan

Soal :
1.
A young woman 
Penjelasan : kata awal ‘a’ memang menunjukkan urutan pertama dalam penulisan noun phrase, dalam frasa tersebut ‘a’ adalah kata yang menerangkan kata woman. Sedangkan kata ‘young’ menunjukkan sebuah opini atau bisa juga penampilan “shape” yang menjelaskan kata utamanya yaitu woman. Susunan kata yang sudah benar dalam noun phrase.

A young beautiful woman 
Penjelasan : menurut pendapat kelompok kami susunan kalimat ini tidak benar, walaupun kata awalan ‘a’ sudah menunjukkan urutan pertama dalam penulisan namun seharusnya kata ‘beautiful’ yang menjadi kata keduanya karena menunjukkan posisi sebagai opini. Sedangkan kata ‘young’ menunjukkan bentuk penampilan luar seorang wanita yang masih muda.

A beautiful young woman 
Penjelasan : menurut kelompok kami ini adalah susunan frase yang benar seperti yang sudah dijelaskan pada bagian kedua.

2.
Two cleverest students 
Penjelasan : kata ‘two’ merupakan kata bilangan atau numerals yang menyatakan jumlah dari kata pokoknya yaitu “students” sedangkan ‘cleverest’ yang berarti pandai merupakan sebuah opini untuk kata “students”. Ditambah dengan akhiran –est yang menunjukkan paling pandai atau sangat pandai. Susunan kata ini menurut kami sudah benar.

Cleverest two students 
Penjelasan : susunan kata ini menurut kelompok kami salah karena kata ‘cleverest’ seharusnya ada diurutan kedua yang merupakan sebuah opini untuk kata utamanya.

Nama Kelompok (3eb06):
1. Anggit Danisa
2. Bunga Restarina H
3. Dian Julia Puspitasari
4. Setyo Rini P
5. M. Arifiandi

Sabtu, 03 Mei 2014

Materi Akuntansi Internasional BAB I : PENDAHULUAN

PERBEDAAN AKUNTANSI INTERNASIONAL DENGAN AKUNTANSI LAIN
Seiring dengan bisnis dan pasar keuangan yang telah banyak menuju internasionalisasi, begitu juga dengan perbedaan dalam akuntansi internasional yang menjadi lebih penting dari sudut pandang analisis pernyataan keuangan internasional. Perbedaan akuntansi internasional membawa sejumlah permasalahan dari sudut pandang analisis keuangan.
1. Pertama, sebagai usaha untuk menilai perusahaan asing, ada kecenderungan untuk melihat pendapatan dan data finansial yang lain dari sudut pandang negara asalnya, dan karena adanya bahaya dari mengabaikan efek dari perbedaan akuntansi. Kecuali perbedaan signifikan yang diambil ke dalam akun, mungkin dengan beberapa keterlibatan pernyataan ulang, ini mungkin mempunyai konsekuensi yang sangat serius.
2. Kedua, kesadaran dari perbedaan internasional menyarankan perlunya untuk menjadi familiar dengan prinsip akuntansi negara asing sebagai tujuan untuk mengenal lebih baik data pendapatan dalam konteks pengukuran.
3. Ketiga, persoalan dari sifat yang bisa dibandingkan dan harmonisasi akuntansi yang diulas dalam konteks dari kesempatan investasi alternatif.

Perbedaan yang timbul disebabkan oleh:
1. pertumbuhan ekonomi,
2. inflasi,
3. sistem politik,
4. pendidikan,
5. profesi akuntan,
6. peraturan perpajakan,
7. pasar uang, dan
8. modal.

Dalam hal ini, Choi dan Levich (1991) menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk menganalisa dampak dan relevansi dari perbedaan dalam kemiripan dan ke tidak miripan lingkungan ekonomi. Dalam lingkungan atau situasi akuntansi yang mirip, perbedaan akuntansinya adalah ketidak logisan dan petunjuk ke arah hasil yang tidak bisa dibandingkan. Praktik logikal menyarankan perlakuan akuntansi yang mirip/sama. Ketika lingkungan ekonomi tidak sama, tetapi, seperti kasus investasi internasional, perbedaan akuntansi bisa dibenarkan, khususnya dimana letak ketidak samaan itu ada di peraturan perusahaan, peraturan pajak, sumber keuangan, kebiasaan bisnis, kebudayaan akuntansi dan seterusnya. Di sisi lain, perlakuan akuntansi yang mirip mungkin dibenarkan ketika beberapa faktor memiliki beberapa kemiripan yang signifikan. Pentingnya pengertian dari faktor lingkungan dan kebudayaan/kultural sangat diperhatikan.
Menurut (Choi 2005) akuntansi internasional memiliki tiga pengertian yaitu:
1. Pertama, konsep parent foreign subsidiary accounting
    Menganggap bahwa akuntansi internasional hanya proses penyusunan laporan konsolidasi
    antara perusahaan induk dan cabang yang berada di berbagai Negara
2. Kedua, konsep comparative/international accounting
    Menekankan pada upaya mempelajari perbedaan akuntansi di berbagai Negara
3. Ketiga, universal atau world accounting
    Kerangka/konsep teori dan prinsip akuntansi yang berlaku di semua Negara.

Perbedaan akuntansi internasional dengan akuntansi lain terdapat pada :
1. Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinasional company – MNC).
2. Operasi transaksi melintasi batas – batas negara.
3. Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan.
4. Perpajakan Internasional
5. Transaksi Internasional

Ada 3 kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh. Kekuatan-kekuatan itu adalah sebagai berikut :
      (1) Faktor lingkungan,
      (2) Internasionalisasi dari  disiplin akuntansi,
      (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi.

Faktor-Faktor Lingkungan
Baik Negara maju atau Negara berkembang besar atau kecil pada belahan bumi yang satu ataupun yang lain, semuanya mengalami hubungan internasional yang lebih erat dan ketergantungan ekonomi yang tinggi. Ada 15 faktor lingkungan yang memberi dampak pada akuntansi. Pemilihan bersifat subyektif dan daftarnya bisa berubah dengan berlalunya waktu.
1. Berfikir secara global
2. Ketergantunga perekonomian.
3. Pasar Modal Global.
4. Perusahaan-perusahaan Multinasional (MNCs).
5. Operasi Internasional yang Menguntungkan.
6. Teori yang Tidak Memadai.
7. Kompetensi Manajemen Internasional.
8. Rintangan Akuntansi.
9. Pendapatan dan Rasio yang Tidak Dapat diperbandingkan.
10. Kebutuhan akan standar internasional.
11. Menara akuntansi “Babel”
12. Beragamnya Pembuatan Standar
13. Ekonomi Politik dari akuntansi dunia.
14. “Relevance Lost” dari Akuntansi Manajerial.
15. Pendidikan dan Riset.

Internasionalisasi Disiplin Akuntansi
Tiga faktor Kunci telah memainkan peranan yang menentukan dalam internasionalisme (bidang atau disiplin) akuntansi:
1. Spesialisasi
Seperti halnya ilmu kedokteran, pada saat ini spesialisasi dalam akuntansi adalah suatu fakta misal di USA dan Jerman.akuntansi internasionak adalah satu bidang keahlian yang diakui dalam bidang akuntasi bersama-sama dengan akuntansi pemerintahan, akuntansi perpajakan, auditing, akuntansi manajemen, akuntansi perilaku dan sistem informasi.
2. Sifat internasional dari sejumlah masalah teknis
Perdagangan internasional, operasi bisnis multinasinal, investasi asing dan transaksi-transaksi pasar merupakan masalah yang unik dalam internasionalisme akuntansi
3. Alasan historis
Sejarah akuntansi adalah sejarah internasional .Pembukuan double entry yang dianggap sebagai asal mula akuntansi yang ada sekarang yang bermigrasi ke beberapa negara termasuk indonesia. Wansan akuntasi dengan demikian, bersifat internasional

Internasionalisasi Profesi Akuntansi
Komunitas internasional antar akuntan-akuntan profesional dan bahwa organisasi – organisasi akuntansi internasionaal harus mampu memberikan keharmonisan profesional yang lebih baik diseluruh dunia, seperti :
1. Praktek Profesional Internasional
2. Penelitian dang Pengembangan
3. Pemberian Ijin Profesi dan Kerjasama Kesetaraan Antar Bangsa
4. Dukungan Pendidikan

TIGA BIDANG CAKUPAN YANG LUAS DARI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Dalam akuntansi internasional terdapat3 bidang yang luas, Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas tersebut antara lain :
1. Pengukuran
Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi.
2. Pengungkapan
Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan.
3. Auditing
Proses dimana para kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi ( pengujian ) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

SEJARAH AKUNTANSI  INTERNASIONAL DAN TREN KEBIJAKAN SEKTOR KEUANGAN NASIONAL
Sudut Pandang Sejarah Akuntansi Internasional
Awalnya, Akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi moderen dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447).
Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”. Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara eropah seperti Jerman, Belanda, Inggris.
Luca memperkenalkan 3 (tiga ) catatan penting yang harus dilakukan:
1. Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
2. Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
3. Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).

Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.

Pembukuan ala Italia “ kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik.  Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an.  Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia,  Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis.  Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang,  Swedia,  dan Kekaisaran Rusia.
Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat,  kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan.  Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri.  Setelah Perang Dunia II,  pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat.  

Tren Kebijakan Sektor Keuangan Nasional
Bagi banyak negara,  akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.
1. Akuntansi banyak digunakan diberbagai negara, tetapi masing – masing negara menerapkan dengan standar dan praktek akuntansi yang sesuai dengan hukum nasional.
2. Terakhir, hingga saat ini terus diupayakan untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan, dan auditing.
 
PERAN AKUNTANSI DALAM BIDANG USAHA DAN PASAR MODAL GLOBAL
Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.
Menurut peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.      Proses pendaftaran
2.      Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP negara masing-masing tetapi masing-masing ada persyaratan tambahan antara lain :
a.      Mengisi Form 20-7 untuk laporan tahunan
b.      Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity agar sesuai dengan US GAAP
c.      Memberikan disclosure sesuai US GAAP
            d.      Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu di audit

Sebagaimana diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham publik khususnya investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private Placement atau Institutional Investor market biasanya dianggap memilki kemampuan untuk meneliti kelayakan suatu investasi sehinggan tidak perlu secara khusus mendapat perlindungan pemerintah.

Dalam transaksi pasar modal global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers). Pengelompokan ini dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal harus menginvest sebesar US $ 250 milion. Bagi kelompok investor ini biasanya tidak memerlukan banyak disclosure (pengungkapan) laporan keuangan.

Di samping itu dikenal ADR atau American Depository Receipts. Metode ini dimaksudkan untuk mengonversi saham dari luar ke pasar domestik Amerika sehingga lebih cocok dengan kondisi ekonomi dan investornya. Misalnya saham nilai 10.000 dollar bisa dipecah menjadi senilai US $ 100 per lembar atau seballiknya US$ 0.10 bisa dibuat menjadi US$ 100,00 per lembar. Di samping ADR ada lagi GDR (Global Depository Receipts) yang sifat dan maksudnya sama untuk mempermudah investor menanamkan modalnya di berbagai pasar, perusahaan atau negara.
Keadaan ini semua menjadi pemicu dan mempercepat proses menuju global market dan global accounting standard.

Sumber : 
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/perbedaan-akuntansi-internasional-dengan-akuntansi-lainnya/
http://yulitamaulida21209675.blogspot.com/2013/03/bab-i-pendahuluan_6.html

Minggu, 05 Januari 2014

Tugas Kelompok Softskill Etika Profesi Akuntansi

JUDUL MAKALAH : ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada era informasi globalisasi menyebabkan lingkungan bisnis mengalami perubahan yang sangat pesat dengan tingkat persaingan yang ketat. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien untuk mempertahankan eksistensinya, sehingga pengetahuan merupakan kekuatan yang sangat penting untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Informasi yang berkualitas yaitu yang akurat, relavan dan tepat waktu sehingga keputusan bisnis yang tepat dapat dibuat yang disesuaikan dengan sistem informasi akuntansi yang diterapkan di masing-masing perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi dalam penggajian merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. 
1.2 Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengemukakan permasalah yang berhasil dirumuskan, yaitu sebagai berikut : 
1. Bagaimanakah sistem informasi penggajian bagian produksi yang diterapkan pada perusahaan?
2. Bagaimana pengaruh sistem penggajian yang baru terhadap kinerja perusahaan?
1.3 Batasan Masalah
Agar penulis lebih terarah, maka penulis membatasi pembahasan penulisan ilmiah ini dengan lebih terfokus pada sistem informasi akuntansi penggajian terhadap karyawan buruh yang bekerja di PT. SCG meliputi prosedur, dokumen, bagian yang terkait, dan pengendalian intern.
1.4 Tujuan Penulisan 
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
Untuk merancang suatu sistem informasi yang mengolah data gaji karyawan secara efektif dan efisien dengan komputer.

BAB II 

LANDASAN TEORI 

2.1 Pengertian Sistem 
Pada umunya orang banyak salah mengartikan bahwa sistem harus berhubungan dengan komputer dan program, sistem pada kenyataannya memiliki makna yang luas.“Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan” Mulyadi (2008:5). Menurut Diana Setiawati (2011:3) “sistem adalah serangkaian bagian yang saling tergantung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”. “Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama” Hall (2007:6).   Menurut Narko (2007:1) “sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi elemen-elemen yang berusaha mencapai tujuan tertentu”.
Dari uraian mengenai pengertian sistem secara umum di atas dapat disimpulkan bahwa sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang secara rutin terjadi.
2.2 Pengertian Informasi 
Definisi informasi menurut Krismiaji (2005:15) dalam buku yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi menjelaskan bahwa “informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfat”. Informasi harus dibedakan dari data, “data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai.Sedangkan informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti”, menurut Raymond Mc.Leod (2001:18). “Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat,” George H.Bodhar(2003:1).
Menurut tiga definisi yang diterangkan oleh para ahli tersebut bahwa informasi adalah hasil dari data yang diolah sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih berguna bagi yang menerimanya.
2.3 Pengertian Sistem Informasi 
James A.Hall (2001:7) menyatakan bahwa “ sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur normal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada para pemakai. ”PengertianSistem Informasi menurut Jogiyanto(2000) adalah informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Sistem informasi menerima input, yang biasa disebut dengan nama transaksi, yang kemudian dikonversi melalui berbagai proses menjadi output informasi yang akan didistribusikan kepada para pemakai informasi. Transaksi adalah sebuah peristiwa yang mempengaruhi atau penting bagi organisasi dan diproses oleh sistem informasinya sebagai suatu unit kerja.Definisi ini mencakup peristiwa keuangan dan non keuangan.
2.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi 
Menurut james A Hallsistem informasi akuntansi adalah subsistem SIA memperoleh berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan. “Sistem informasi akuntansi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terintegrasi menghasilkan laporan berbentuk data transaksi bisnis yang diolah dan disajikan menjadi sebuah laporan keuangan yang memiliki arti bagi pihak yang membutuhkannya”,Mardi (2011:4). Definisi menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin“SIA adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, memproses, menganalisis, mengkomunikasikan informasi pengambilan keputusan dengan orientasi finansial yang relevan bagi pihak-pihak luar dan pihak-pihak dalam perusahaan (secara prinsip adalah manajemen).” Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dan Amir Abadi Yusuf,  sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya kedalam informasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah seperangkat organisasi yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan informasi yang berguna baik untuk pihak intern maupun ekstern yang diperoleh dari pengumpulan dan pemrosesan data yang digunakan sebagai pengambilan keputusan. Teknik sistem dan dokumentasi dalam SIA merupakan Alat yang digunakan dalam analisis, desain dan dokumentasi serta memahami kaitan antar-subsitem.Teknik sistem ini biasanya berupa diagaram.Flowchart merupakan teknik sistem yang paling sering digunakan. Flowchart merupakan diagram simbol yang menunjukan arus data dan tahapan operasi dalam sebuah sistem.

BAB III 
PEMBAHASAN 

3.1 Sistem Penggajian PT. SCG ReadyMix 
Setiap perusahaan memiliki sistem penggajian yang berbeda-beda, namun pada PT. SCG ini, manajemen perusahaan menggunakan sistem gaji tetap dan variasi. Pada sistem pegawai ini pegawai mendapat gaji yang besarnya relatif tetap, tetapi ketentuan pada perusahaan tersebut bagi karryawan yang tidah hadir (absen) maka tidak akan dikenakan pemotongan terhadap gaji karyawan yang bersangkutan sesuai dengan kebijakan dari perusahaan. Namun pemotongan akan diberikan pada uang tunjangan. Begitupun yang lembur juga mendapatkan gaji tertentu.
3.2 Bagan Alir Flowchart Dokemen Terdahulu Pada Bagian HRD dan Bagian Finance 


Keterangan :    DK/DH           = Daftar Kehadiran
                        LPG                = Laporan Perhitungan Gaji bulanan
                        SG                   = Slip Gaji
                        DTG                = Daftar Transfer Gaji / Daftar Gaji
                        VPG                = Voucher Pembayaran Gaji / Bukti pembayaran gaji



3.3 Analisis Sistem 
Sistem informasi akuntansi sangat penting bagi sebuah perusahaan karena menggambarkan sistem pencatatan yang terkomputerisasi ke pencatatan yang berupa bagan alir flowchart. Sistem akuntansi hampir mewakili semua informasi yang ada selama perusahaan tersebut berjalan. Penggunaan bagan alur berupa flowchart untuk merancang sistem informasi, sangat diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan.
3.4 Kelebihan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Terdahulu 
Adapun kelebihan sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG yang sudah berjalan adalah sebagai berikut :
1. Dokumen yang diperlukan pada proses penggajian sudah cukup lengkap sehingga mempermudah proses penggajian.
3.5 Kekurangan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Terdahulu 
Adapun kekurangan sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG yang sudah berjalan adalah sebagai berikut :
1. Pada sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG terdahulu untuk daftar hadir masih menggunakan daftar hadir atau kartu hadir, sehingga banyak memakan waktu untuk membuat kartu hadir dan mengakibatkan kecurangan pun mudah untuk terjadi.
2. Bagian HRD seharusnya membuat rekapitulasi absensi kehadiran karyawan untuk meminimalkan kecurangan waktu masuk dan keluar dan dikonsolidasikan oleh pihak security yang mengawasi absensi.
3. Bukti instruksi pembayaran yang akan diposting pada buku besar, seharusnya dilakukan oleh departemen keuangan bagian akuntansi, karena sesuai dengan fungsi penggajian yang bertugas mencatat jurnal yang dibutuhkan. 
3.6 Bagan Alir Flowchart Dokumen Usulan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian PT. SCG ReadyMix
Bagian HRD 


Bagian Finance 


Dengan menambahkan alur flowchart pada Bagian Akuntansi 


3.7 Pengaruh Usulan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Terbaru 
Usulan baru tersebut mendatangkan banyak manfaat bagi perusahaan yaitu, mengurangi adanya manipulasi kehadiran karyawan, karena adanya rekapitulasi absensi daftar kehadiran karyawan oleh pihak HRD. Dan tidak adanya perangkapan tugas yang bisa menimbulkan adanya kecurangan dalam melakukan penggajian sehingga lebih terorganisir.
Penambahan fungsi bagian akuntansi ini merupakan fungsi tambahan yang harus ada dalam sistem penggajian pada perusahaan PT. SCG, karena didalam sistem penggajian suatu perusahaan terdapat fungsi bagian keuangan dan fungsi bagian akuntansi, dimana kedua fungsi bagian tersebut saling berhubungan dalam menentukan pemrosesan penggajian yang akurat. Fungsi bagian akuntansi pada PT.SCG ini bertugas untuk mencatat adanya kewajiban yang timbul dengan pembayaran gaji karyawan, misalkan :
a.    pencatatan atau pelaporan gaji keryawan
b.   membuat bukti kas keluar, serta melakukan penjurnalan

BAB IV 
PENUTUP 
4.1 Kesimpulan 
Setelah melakukan pembahasan mengenai prosedur yang diterapkan sistem akuntansi penggajian pada PT. SCG, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
Sistem akuntansi penggajian yang diterapkan dalam perusahaan adalah sistem gaji tetap dan bervariasi. Karyawan perusahaan mendapat gaji tertentu, tetapi bila lembur atau melakukan prestasi tertentu akan mendapat uang tambahan, sebaliknya bila tidak masuk kerja gajinya tidak akan langsung dipotong, tetapi tunjangannya yang akan dikurangi. Unit-unit yang terkait dalam sistem informasi akuntansi penggajian yaitu Unit HRD dan Unit Finance. Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penggajian adalah daftar kehadiran, perhitungan gaji bulanan, daftar transfer gaji, daftar transfer, dan slip gaji.
Sistem akuntansi penggajian yang diterapkan terdahulu oleh PT. SCG telah mempunyai sistem yang baik dan efektif. Walaupun masih menggunakan sistem manual, tetapi sistem informasi akuntansi penggajian PT. SCG telah memenuhi unsur-unsur pengendalian intern.
Dengan adanya sistem informasi akuntansi penggajian baru yang terkomputerisasi, dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk pembuatan berbagai macam laporan seperti : laporan karyawan, laporan lembur, laporan penggajian dan laporan rekapitulasi dana secara cepat dan tepat. Informasi data yang disajikan menjadi lebih akurat dan tingkat ketelitian lebih tinggi, kemungkinan membuat kesalahan sangatlah kecil dan koreksi data dapat dilakukan sewaktu – waktu dan dilaksanakan dengan cepat dan mudah. Misalnya: Bila terjadi suatu kesalahan akan dapat dengan cepat ditemukan dan segera dapat dibenarkan saat itu juga.

Nama Kelompok (4EB06) : 
1. Anggit Danisa 20210841 
2. Bunga Restarina Harahap 21210941
3. Dian Julia Puspitasari 21210961
4. Maulana 24210261
5. Setyo Rini Purbowati 26210489  

Konvergensi IFRS Di Indonesia

LATAR BELAKANG 
Pada dasarnya, tujuan didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Tujuan selanjutnya adalah memakmurkan nilai pemegang saham. Salah satu alat yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuannya adalah laporan keuangan. Semakin relevan dan handal suatu laporan keuangan yang dibuat, maka semakin besar kecenderungan yang sejalan dengan kepercayaan investor untuk tetap menanamkan modalnya di perusahaan. Dengan begitu, profit yang telah dicapai dan kemakmuran nilai pemegang saham juga telah terpenuhi.
Untuk menghasilkan laporan keuangan yang handal dan relevan, laporan keuangan tersebut harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. Standar akuntansi diantaranya berisi tentang aturan dalam pengakuan, pengukuran, pengungkapan dan penyajian suatu pos dalam laporan keuangan. Standar akuntansi ini juga digunakan agar laporan keuangan antar perusahaan memiliki keseragaman dalam penyajiannya, sehingga memudahkan pengguna untuk memahami informasi yang terkandung dalam laporan keuangan tersebut. Agar tidak menimbulkan ambiguitas dan salah paham terhadap laporan keuangan, standar akuntansi tidak hanya harus dipahami oleh penyusun laporan keuangan dan auditor, tetapi juga harus dipahami oleh pembaca.
Di Indonesia, standar akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan adalah PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan). Standar ini merupakan kumpulan dari berbagai standar akuntansi di dunia dan telah disesuaikan untuk digunakan di Indonesia. Praktik akuntansi di setiap negara berbeda-beda ini dikarenakan adanya pengaruh lingkungan, ekonomi, sosial, dan politik di masing-masing negara tersebut. Adanya tuntutan globalisasi atau tuntutan untuk menyamakan persepsi akuntansi di setiap negara mengakibatkan munculnya Standar Akuntansi Internasional atau yang lebih dikenal dengan IFRS (International Financial Reporting Standart) ini bertujuan untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis dalam bisnis lintas negara.

PEMBAHASAN
A. Konvergensi IFRS Di Indonesia
Baskerville (2010) dalam Utami, et al. (2012) mengungkapkan bahwa konvergensi dapat berarti harmonisasi atau standarisasi, namun harmonisasi dalam konteks akuntansi dipandang sebagai suatu proses peningkatan kesesuaian praktik akuntansi dengan menetapkan batas tingkat keberagaman. Jika dikaitkan dengan IFRS maka konvergensi dapat diartikan sebagai proses penyesuaian Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terhadap IFRS.
Lembaga profesi akuntansi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa Indonesia melakukan adopsi penuh IFRS pada tanggal 01 Januari 2012. Penerapan ini bertujuan agar daya informasi laporan keuangan dapat terus meningkat sehingga laporan keuangan dapat semakin mudah dipahami dan dapat dengan mudah digunakan baik bagi penyusun, auditor, maupun pengguna lain.
Dalam melakukan konvergensi IFRS terdapat dua macam strategi adposi yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara-negara maju. Sedangkan pada gradual strategy adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Terdapat 3 tahapan dalam melakukan konvergensi IFRS di Indonesia yaitu :
1. Tahap Adopsi (2008-2011) meliputi aktivitas dimana sluruh IFRS diadopsi ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan dan evaluasi terhadap PSAK yang berlaku.
2. Tahap Persiapan Akhir (2011) dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap persiapan infrastruktur yang diperlukan. Selanjutnya dilakukan penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS.
3. Tahap Implementasi (2012) berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK IFRS secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK secara komperehensif.
Mengapa IFRS ?
Indonesia merupakan bagian dari IFAC (International Federation of Accountant) yanh harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation) salah satunya adalah dengan menggunakan IFRS seabagi accounting standard. Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 Forum.
B. Dampak Implementasi IFRS Terhadap Bisnis dan Auditor 
Implementasi IFRS dapat memberikan dampak positif maupun negatif dama dunia bisnis dan jasa audit di Indonesia. Berikut ini adalah dampak dari penerapan IFRS :
1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
3. Kinerja keuangan akan lebih fluktiatif apabila harga-harga fluktuatif,
4. Smoothing Income menjadi semakin sulit dengan pengunaan balance sheet approach dan fair value.
5. Principle-based standard mungkin menyebabkan ketebandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila menggunakan professional judgement ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management)
6. Penggunaan off balance sheet semakin terbatas.
Fleksibilitas dalam standar IFRS yang bersifat principles-based akan berdampak pada tipe dan jumlah skill profesional yang seharusnya dimiliki oleh akuntan dan auditor. Pengadopsian IFRS mensyaratkan akuntan maupun auditor untuk memiliki pemahaman mengenai kerangka konseptual informasi keuangan agar dapat mengaplikasikan secara tepat dalam pembuatan keputusan. Pengadopsian IFRS mensyaratkan akuntan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kejadian maupun transaksi bisnis dan ekonomi perusahaan secara fundamental sebelum membuat judgement. Selain keahlian teknis, akuntan juga perlu memahami implikasi etis dan legal dalam implementasi standar (Carmona & Trombetta, 2008)
Pengadopsian IFRS juga menciptakan pasar yang luas bagi jasa audit. Berbagai estimasi yang dibuat oleh manajemen perlu dinilai kelayakannya oleh auditor sehingga auditor juga dituntut memiliki kemampuan menginterpretasi tujuan dari suatu standar. AAA Financial Accounting Standard Committee (2003) bahkan menyakini kemungkinan meningkatnya konfilk amtara auditor dan klien.

KESIMPULAN 
Konvergensi IFRS di Indonesia perlu didukung agar memperoleh pengakuan maksimal dari komunitas internasional khususnya dimata investor global. Dengan diadopsinya IFRS di Indonesia maka proses rekonsiliasi bisnis dalam bisnis lintas negara akan semakin mudah. Dapat dikatakan demikian karena diterapkannya suatu standar internasional akan meningkatkan kepercayaan internasional untuk berinvestasi di Indonesia.

Sumber : http://elraihany.wordpress.com/2013/04/24/konvergensi-ifrs-di-indonesia-perkembangan-dan-dampaknya-terhadap-bisnis-dan-auditor/

Rabu, 08 Mei 2013

Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis (Tugas 2)

NOUN PHRASE 

Dalam penulisan Bahasa Inggris ada unsur bahasa yang dituliskan berbalik dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia. Unsur atau kelas kata yang ditulis berbalikan dengan Bahasa Indonesia tersebut adalah frase kata benda, atau dalam Bahasa Inggrisnya noun phrase
Urutan penulisan noun phrase dalam Bahasa Inggris mengikuti aturan seperti berikut :
1.Determiner, isinya a / an (sebuah) atau bisa juga ‘the’
2.Opinion, opini orang tentang benda utama (contoh : handsome, kind, smart, dll)
3.Size, ukuran (contoh : large, medium, small, big, dll)
4.Age, umur atau berhubungan dengan waktu (contoh: old, young, dll)
5.Temperature, derajat (contoh : celcius, cool, hot, dll)
6.Shape, berhubungan dengan wujud dan bentuk
7.Colour, berhubungan dengan berbagai warna (contoh : blue, red, pink, yellow, dll)
8.Original, yaitu asal dari benda utama (berasal). Terdiri dari dua kelompok yaitu Country/City, asal tempat (Negara/kota) dan Material, asal bahan (contoh : iron, paper,dll)
9.Purpose, berhubungan dengan tujuan dari benda utama
10.Noun, urutan terakhir yang merupakan benda utama yang dijelaskan

Soal :
1.
A young woman 
Penjelasan : kata awal ‘a’ memang menunjukkan urutan pertama dalam penulisan noun phrase, dalam frasa tersebut ‘a’ adalah kata yang menerangkan kata woman. Sedangkan kata ‘young’ menunjukkan sebuah opini atau bisa juga penampilan “shape” yang menjelaskan kata utamanya yaitu woman. Susunan kata yang sudah benar dalam noun phrase.

A young beautiful woman 
Penjelasan : menurut pendapat kelompok kami susunan kalimat ini tidak benar, walaupun kata awalan ‘a’ sudah menunjukkan urutan pertama dalam penulisan namun seharusnya kata ‘beautiful’ yang menjadi kata keduanya karena menunjukkan posisi sebagai opini. Sedangkan kata ‘young’ menunjukkan bentuk penampilan luar seorang wanita yang masih muda.

A beautiful young woman 
Penjelasan : menurut kelompok kami ini adalah susunan frase yang benar seperti yang sudah dijelaskan pada bagian kedua.

2.
Two cleverest students 
Penjelasan : kata ‘two’ merupakan kata bilangan atau numerals yang menyatakan jumlah dari kata pokoknya yaitu “students” sedangkan ‘cleverest’ yang berarti pandai merupakan sebuah opini untuk kata “students”. Ditambah dengan akhiran –est yang menunjukkan paling pandai atau sangat pandai. Susunan kata ini menurut kami sudah benar.

Cleverest two students 
Penjelasan : susunan kata ini menurut kelompok kami salah karena kata ‘cleverest’ seharusnya ada diurutan kedua yang merupakan sebuah opini untuk kata utamanya.

Nama Kelompok (3eb06):
1. Anggit Danisa
2. Bunga Restarina H
3. Dian Julia Puspitasari
4. Setyo Rini P
5. M. Arifiandi