SUGAR SPICE & EVERYTHING NICE♥

Kamis, 25 November 2010

melamun dapat mengurangi kebahagiaan


VIVAnews - Melamun di sela-sela rutinitas memang melelahkan. Mulai dari membayangkan kisah masa lalu yang suram hingga mimpi indah tentang masa depan. Tapi tahukah Anda bahwa kebiasaan ini tak hanya bisa mengganggu pekerjaan, tapi juga membuat seseorang merasa tidak bahagia.
Seperti dikutip dari Genius Beauty, penelitian tim psikolog Universitas Harvard menunjukkan bahwa mayoritas orang menghabiskan 46,9 persen waktunya untuk melamun. Inilah yang dikata membuat kebahagiaan seseorang tereduksi.
Penelitian itu menekankan bahwa kebahagiaan seseorang yang sebenarnya adalah ketika hidup di alam realita, bukan ketika berkelana dalam lamunan indah tentang sukses hidupnya.
Puncak tertinggi kebahagiaan datang pada waktu komunikasi aktif dengan teman-teman. Teori yang sama menjelaskan mengapa begitu banyak orang lebih suka melakukan olahraga ekstrem, mendaftar di berbagai klub dan menghabiskan malam di bar, sambil berbicara dengan teman-teman.
Banyak orang seringkali tanpa sadar hanyut dalam lamunan ketika mendengarkan musik, bermain, istirahat, bekerja, atau duduk di depan komputer. Lamunan jarang muncul ketika sedang membaca, menonton televisi, atau melakukan pekerjaan rumah.
Demi kepentingan penelitian, tim mengembangkan aplikasi khusus untuk iPhone, yang secara acak mengirim tiga pertanyaan sederhana kepada 2.250 partisipan yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Pertanyaan tersebut yaitu, "Bagaimana perasaan Anda hari ini?", "Apa yang kamu lakukan sekarang?" dan "Apakah Anda saat ini sedang berpikir sesuatu yang lain dari apa yang Anda lakukan?"
Hasilnya, dalam setiap aktivitasnya, mayoritas partisipan membiarkan 30 persen pikirannya berkelana ke alam lamunan. Hanya ketika menjalani aktivitas seksual, mereka cukup fokus. (pet)

source : VIVAnews

Selasa, 23 November 2010

benarkah ponsel pemicu tumor otak ?

VIVAnews - Studi terbaru yang menggabungkan data-data terbaik dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa gelombang mikro radio pada telepon genggam, atau biasa dikenal dengan istilah telepon selular (ponsel), benar-benar terbukti meningkatkan risiko terkena kanker otak.
Studi independen yang dilakukan oleh institusi pendidikan Apeejay College of Engineering asal India itu juga memastikan bahwa risiko pengguna ponsel aktif lebih besar terserang kanker ataupun tumor otak dibandingkan pengguna ponsel pada umumnya.
"Kami menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang tidak aman bagi pengguna," kata RB Dubey, salah satu peneliti, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily, Kamis 18 November 2010.
Sebelumnya, telah ada kurang lebih 11 studi jangka panjang yang meneliti tentang risiko penggunaan ponsel, dan semuanya mempunyai hasil yang berbeda-beda. Awal tahun ini, hasil studi Interphone yang dilakukan selama 10 tahun mengungkapkan bahwa pengguna ponsel dengan tingkat pemakaian tinggi berisiko terkena serangan tumor otak.
Namun, penelitian lain yang dipimpin profesor Lennart Hardell hanya sebatas mengatakan ada peningkatan risiko yang substansial bagi pengguna ponsel.
Untuk diketahui, saat ini, terdapat studi jangka panjang lain yang masih berlangsung di Eropa dan membutuhkan waktu 30 tahun untuk membuat kesimpulannya.
Sesungguhnya tim riset Dubey telah mengintegrasikan data riset yang dikumpulkan Interphone dan Hardell. "Dan, hasilnya diketahui: pengguna ponsel jangka panjang dapat melipatgandakan risiko pengembangan glioma atau neuroma akustik, tumor jinak yang melibatkan sel selubung mielin di sekitar saraf kranial kedelapan," paparnya. "Lalu, kemudian tumor ini akan berkembang dan meluas ke belahan otak terbuka."
Sayangnya, hasil penelitian ini belum dipublikasikan oleh Dubey. Hanya diketahui sekitar 15-20 kasus tumor otak ditemukan dari 100.000 penduduk terjadi di wilayah Amerika Serikat. Dan, radiasi gelombang mikro bukanlah satu-satunya penyebabnya.
Tetapi, kebanyakan studi memang membuktikan bahwa sinyal radio yang terpancar dari ponsel diserap hingga dua inci ke dalam tengkorak kepala orang dewasa, dan tentu saja lebih dalam pada tengkorak anak-anak.
Di Amerika Serikat, para periset telah meminta pemerintah untuk memerhatikan isu ini dan segera mengambil langkah untuk merevisi standar yang dipakai untuk pemancaran gelombang mikro.

source : VIVAnews

marketing : frame work


I.         STRATEGY 

SEGMENTASI PASAR KONSUMEN :
Geografis : susu dancow 3+ ini biasa dipasarkan didaerah perkotaan maupun dipedesaan namun cenderung lebih banyak didaerah perkotaan.
Demografis : susu dancow 3+ adalah susu pertumbuhan atau sebagai asupan tambahan selain makanan untuk anak-anak yang berumur 3-5 tahun, biasanya susu ini dijual dengan harga Rp. 58.000 untuk yang ukuran 800gr.
Psikografis : sikap konsumen terhadap produk ini sangat bagus terbukti dari penjualannya yang meningkat dan banyak anak didaerah perkotaan maupun dipedesaan yang mengkonsumsi susu tersebut. Susu dancow 3+ ini ditawarkan juga dengan varian rasa yang berbeda seperti coklat dan vanilla yang sangat disukai oleh anak-anak.

TARGETING :
Diproduksi untuk memenuhi kebutuhan sebagai pendamping makanan yang mengandung banyak vitamin yang sangat dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan diusia 3-5 tahun.

    II. TACTIC 

SELLING :
Penjualan produk ini dengan cara melewati distributor atau agen agar bisa sampai pada konsumen.

DIFERENSIASI :
Produk ini berbeda dengan produk susu pertumbuhan lainnya karena mengandung Lactobacillus Protectus,DHA,Prebio,LA,ALA dan kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak pada umur 3-5 tahun.

Jumat, 19 November 2010

BAHAYA KANTONG KRESEK HITAM !


VIVAnews - Di Hari Raya Idul Adha, kantong kresek seringkali dimanfaatkan sebagai wadah daging kurban. Di balik sifatnya yang praktis dan murah, kantong kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan di dalamnya.
Sejak pertengahan tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Bedasar hasil penelitiannya, kantong kresek, terutama warna hitam, merupakan produk daur ulang mengandung bahan kimia berbahaya.
Tak hanya itu, dalam proses daur ulang, produsen juga tak memerhatikan riwayatnya. "Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat," demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.
BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dikhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.
Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB)  mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.
Selain kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.

source : VIVAnews

Kamis, 25 November 2010

melamun dapat mengurangi kebahagiaan


VIVAnews - Melamun di sela-sela rutinitas memang melelahkan. Mulai dari membayangkan kisah masa lalu yang suram hingga mimpi indah tentang masa depan. Tapi tahukah Anda bahwa kebiasaan ini tak hanya bisa mengganggu pekerjaan, tapi juga membuat seseorang merasa tidak bahagia.
Seperti dikutip dari Genius Beauty, penelitian tim psikolog Universitas Harvard menunjukkan bahwa mayoritas orang menghabiskan 46,9 persen waktunya untuk melamun. Inilah yang dikata membuat kebahagiaan seseorang tereduksi.
Penelitian itu menekankan bahwa kebahagiaan seseorang yang sebenarnya adalah ketika hidup di alam realita, bukan ketika berkelana dalam lamunan indah tentang sukses hidupnya.
Puncak tertinggi kebahagiaan datang pada waktu komunikasi aktif dengan teman-teman. Teori yang sama menjelaskan mengapa begitu banyak orang lebih suka melakukan olahraga ekstrem, mendaftar di berbagai klub dan menghabiskan malam di bar, sambil berbicara dengan teman-teman.
Banyak orang seringkali tanpa sadar hanyut dalam lamunan ketika mendengarkan musik, bermain, istirahat, bekerja, atau duduk di depan komputer. Lamunan jarang muncul ketika sedang membaca, menonton televisi, atau melakukan pekerjaan rumah.
Demi kepentingan penelitian, tim mengembangkan aplikasi khusus untuk iPhone, yang secara acak mengirim tiga pertanyaan sederhana kepada 2.250 partisipan yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Pertanyaan tersebut yaitu, "Bagaimana perasaan Anda hari ini?", "Apa yang kamu lakukan sekarang?" dan "Apakah Anda saat ini sedang berpikir sesuatu yang lain dari apa yang Anda lakukan?"
Hasilnya, dalam setiap aktivitasnya, mayoritas partisipan membiarkan 30 persen pikirannya berkelana ke alam lamunan. Hanya ketika menjalani aktivitas seksual, mereka cukup fokus. (pet)

source : VIVAnews

Selasa, 23 November 2010

benarkah ponsel pemicu tumor otak ?

VIVAnews - Studi terbaru yang menggabungkan data-data terbaik dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa gelombang mikro radio pada telepon genggam, atau biasa dikenal dengan istilah telepon selular (ponsel), benar-benar terbukti meningkatkan risiko terkena kanker otak.
Studi independen yang dilakukan oleh institusi pendidikan Apeejay College of Engineering asal India itu juga memastikan bahwa risiko pengguna ponsel aktif lebih besar terserang kanker ataupun tumor otak dibandingkan pengguna ponsel pada umumnya.
"Kami menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang tidak aman bagi pengguna," kata RB Dubey, salah satu peneliti, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily, Kamis 18 November 2010.
Sebelumnya, telah ada kurang lebih 11 studi jangka panjang yang meneliti tentang risiko penggunaan ponsel, dan semuanya mempunyai hasil yang berbeda-beda. Awal tahun ini, hasil studi Interphone yang dilakukan selama 10 tahun mengungkapkan bahwa pengguna ponsel dengan tingkat pemakaian tinggi berisiko terkena serangan tumor otak.
Namun, penelitian lain yang dipimpin profesor Lennart Hardell hanya sebatas mengatakan ada peningkatan risiko yang substansial bagi pengguna ponsel.
Untuk diketahui, saat ini, terdapat studi jangka panjang lain yang masih berlangsung di Eropa dan membutuhkan waktu 30 tahun untuk membuat kesimpulannya.
Sesungguhnya tim riset Dubey telah mengintegrasikan data riset yang dikumpulkan Interphone dan Hardell. "Dan, hasilnya diketahui: pengguna ponsel jangka panjang dapat melipatgandakan risiko pengembangan glioma atau neuroma akustik, tumor jinak yang melibatkan sel selubung mielin di sekitar saraf kranial kedelapan," paparnya. "Lalu, kemudian tumor ini akan berkembang dan meluas ke belahan otak terbuka."
Sayangnya, hasil penelitian ini belum dipublikasikan oleh Dubey. Hanya diketahui sekitar 15-20 kasus tumor otak ditemukan dari 100.000 penduduk terjadi di wilayah Amerika Serikat. Dan, radiasi gelombang mikro bukanlah satu-satunya penyebabnya.
Tetapi, kebanyakan studi memang membuktikan bahwa sinyal radio yang terpancar dari ponsel diserap hingga dua inci ke dalam tengkorak kepala orang dewasa, dan tentu saja lebih dalam pada tengkorak anak-anak.
Di Amerika Serikat, para periset telah meminta pemerintah untuk memerhatikan isu ini dan segera mengambil langkah untuk merevisi standar yang dipakai untuk pemancaran gelombang mikro.

source : VIVAnews

marketing : frame work


I.         STRATEGY 

SEGMENTASI PASAR KONSUMEN :
Geografis : susu dancow 3+ ini biasa dipasarkan didaerah perkotaan maupun dipedesaan namun cenderung lebih banyak didaerah perkotaan.
Demografis : susu dancow 3+ adalah susu pertumbuhan atau sebagai asupan tambahan selain makanan untuk anak-anak yang berumur 3-5 tahun, biasanya susu ini dijual dengan harga Rp. 58.000 untuk yang ukuran 800gr.
Psikografis : sikap konsumen terhadap produk ini sangat bagus terbukti dari penjualannya yang meningkat dan banyak anak didaerah perkotaan maupun dipedesaan yang mengkonsumsi susu tersebut. Susu dancow 3+ ini ditawarkan juga dengan varian rasa yang berbeda seperti coklat dan vanilla yang sangat disukai oleh anak-anak.

TARGETING :
Diproduksi untuk memenuhi kebutuhan sebagai pendamping makanan yang mengandung banyak vitamin yang sangat dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan diusia 3-5 tahun.

    II. TACTIC 

SELLING :
Penjualan produk ini dengan cara melewati distributor atau agen agar bisa sampai pada konsumen.

DIFERENSIASI :
Produk ini berbeda dengan produk susu pertumbuhan lainnya karena mengandung Lactobacillus Protectus,DHA,Prebio,LA,ALA dan kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak pada umur 3-5 tahun.

Jumat, 19 November 2010

BAHAYA KANTONG KRESEK HITAM !


VIVAnews - Di Hari Raya Idul Adha, kantong kresek seringkali dimanfaatkan sebagai wadah daging kurban. Di balik sifatnya yang praktis dan murah, kantong kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan di dalamnya.
Sejak pertengahan tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Bedasar hasil penelitiannya, kantong kresek, terutama warna hitam, merupakan produk daur ulang mengandung bahan kimia berbahaya.
Tak hanya itu, dalam proses daur ulang, produsen juga tak memerhatikan riwayatnya. "Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat," demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.
BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dikhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.
Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB)  mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.
Selain kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.

source : VIVAnews