Quinn Price, penasihat karier, memberikan lima trik mencari pekerjaan baru.
Ingin segera keluar dari kantor lama? Cari pekerjaan baru dengan cara yang efektif. Menurut Quinn Price, penasihat karier dan ahli manajemen, melakukan hal detail dalam mencari pekerjaan bisa mempermudah dan mempercepat dapatkan pekerjaan baru.
Price memberikan lima trik detail bagi Anda yang sedang mencari-cari pekerjaan baru. Ketahui trik-triknya yang dilansir dari Thirdage.com, agar Anda bisa cepat mendapatkan pekerjaan.
1. Detail pekerjaan
Dalam curiculum vitae (CV), tuliskan secara jelas detail pengalaman Anda. Buatlah yang membacanya mengerti dan mengetahui kelebihan Anda. Akan lebih baik jika Anda menonjolkan sesuatu yang sangat mereka butuhkan. Jadi tak ada salahnya untuk melakukan sedikit riset dan selalu memperbarui CV sebelum mengirimkannya.
2. Kata kunci
Masukan frase seperti ‘team-oriented problem solver’ saat mengirim surat lamaran secara online atau pun pos. Bukan hanya mencuri perhatian staf divisi sumber daya manusia menyortir lamaran, tetapi juga membantu resume Anda lebih mudah ditemukan secara online.
3. Jaringan
Manfaatkan semua jaringan yang Anda miliki, mulai dari teman kecil, tetangga, teman sekolah, teman kuliah hingga teman kerja. Lagipula, bagi perusahaan, lebih mudah merekrut seseorang yang sudah dikenal baik oleh karyawannya. Jadi, jangan segan untuk menanyakan lowongan pada orang-orang yang Anda kenal dekat.
4. Kenali kelebihan Anda
Daripada menuliskan banyak hal yang pernah Anda kerjakan sebelumnya, lebih baik tuliskan prestasi menonjol yang pernah dilakukan dalam pekerjaan. Cara ini membuat Anda terlihat lebih fokus menunjukan kelebihan.
5. Lakukan setiap hari
Setiap hari lakukan sesuatu hal yang terkait dengan mencari pekerjaan. Misalnya memperbarui CV, mengirimkan setidak dua lamaran dalam satu hari atau menghubungi teman untuk menanyakan lowongan. Menurut Price, jika dilakukan terus-menerus akan mempercepat Anda mendapatkan pekerjaan baru.
diambil dari sumber : vivanews.com
Senin, 11 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
Lari adalah Rahasia Panjang Umur
VIVAnews – Peneliti telah menemukan rahasia untuk hidup sehat sekaligus berumur panjang. Resepnya adalah berlari. Ya, lari. Cara itu tidak muluk-muluk, tapi terbukti berhasil meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur. “Banyak manfaat yang diperoleh dari berlari,” kata Joann Manson, kepala pengobatan preventif di Rumah Sakit Brigham, Boston. Inilah 10 manfaat yang dapat Anda peroleh dari berlari seperti dikutip dari Runner’s World.
1. Melatih berpikir cepatKaryawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak. Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.
2. Membuat tidur lebih nyenyakDengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17. Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38. Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.
3. Memperkuat tulangPeneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya. Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda. Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.
4. Menghindari disfungsi seksualPria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi seksual.
5. Menjaga ketajaman daya ingatSebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi resiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.
6. Mengurangi bersinBerdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi resiko terkena infeksi saluran pernafasan. Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.
7. Mempermudah bernafasPeneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin. Setelah tiga bulan, nafas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi. Mereka pun dapat bernafas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.
8. Membuat Anda berpikir panjangOrang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.
9. Menjaga tekanan darahOrang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.
10. Membuat Anda berumur panjangSebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.
sumber : VIVA-news
1. Melatih berpikir cepatKaryawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak. Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.
2. Membuat tidur lebih nyenyakDengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17. Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38. Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.
3. Memperkuat tulangPeneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya. Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda. Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.
4. Menghindari disfungsi seksualPria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi seksual.
5. Menjaga ketajaman daya ingatSebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi resiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.
6. Mengurangi bersinBerdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi resiko terkena infeksi saluran pernafasan. Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.
7. Mempermudah bernafasPeneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin. Setelah tiga bulan, nafas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi. Mereka pun dapat bernafas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.
8. Membuat Anda berpikir panjangOrang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.
9. Menjaga tekanan darahOrang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.
10. Membuat Anda berumur panjangSebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.
sumber : VIVA-news
Transformasi Industri
1. Dalam gbhn 1993 disebutkan bahwa sasaran pembangunan khususnya bidang iptek, ialah :
peningkatan kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dilaksanakan dengan mengutamakan peningratan kemampuan alih ternologi melalui perubahan dan pembaharuan teknologi yang didukung olehpengembangan remampuan sumber daya nanusia, sarana dan 9 prasarana penelitian dan pengembangan yang memadai, serta peningratan mutu pendidiran sehingga mampu mendukung upaya penguatan, pendalaman dan perluasan industri dalam rangka menunjang proses industrialisasi menuju terwujudnya bangsa indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.
2. Oleh karena itu kebijaksanaan pembangunan dibidang iptek yang ditempuh :
a. Pembangunan iptek dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan pengusaha, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya ketangguhan dan keunggulan bangsa.
b. Pembangunan iptek harus ditunjang oleh kemampuan pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan teknik produksi, teknologi, ilmu pengetahuan terapan dan ilmu pengetahuandasar secara seimbang dalam hubungan yang dinamis dan efektif antara pembinaan sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi,Pelaksanaan penelitian dan pengembangan, serta rekayasa dan produksi barang dan jasa.
c. Penguasaan iptek terus ditingkatkan dan diarahkan untuk menaikkan tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup bangsa yang harus selaras dengan nilai-nilai agama, nilai luhur budaya bangsa, kondisi sosial budaya, dan lingkungan hidup.
d. Pembangunan kelembagaan iptek perlu ditingkatkan untuk mencapai produktivitas, efisiensi, dan efektivitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi dalam rangka pemanfaatan dan penguasaan teknologi yang memberikan nilai tambah serta memberikan pemecahan masalah konkret dalam pembangunan program penguasaan dan pengembangan teknologi.
3. Sesungguhnya, selama ini menteri negara riset dan teknologi / ketua bpp teknologi telah menuangkan kebijakan dalam rangka penguasaan dan pengembangan teknologi menunjang proses industrialisasi melalui 2(dua) pendekatan yaitu :
Pertama : pendekatan "market pull/driven"ialah program penguasaan dan pengembangan teknologi yang didasarkan atas penguasaan teknologi baik teknologi manufakturing maupun teknologi produk sesuai dengan kebutuhan/permintaan pasar dengan cara mengalihkan teknologi dari negara sumber teknologi, dan kemudian dikembangkan oleh kita sendiri.
Kedua : pendekatan "technology push ialah program penguasaan dan pengembangan teknologi yang didasarkan atas/melalui kegiatan, litbang dalam rangka inovasi teknologi maupun kegiatan rekayasa.
4. Kebijakan yang ditempuh atas dasar pendekatan "marret pull/driven ", apa yang sudah kita kenal selama ini yaitu strategi transformasi industri dan teknologi, yang merupakan strategi untuk mengalihkan dan menguasai teknologi, yang dalam pelaksanaannya mengadakan dengan jalan pintas melalui pengalihan teknologi dari negara-negara yang sudah maju teknologinya.
5. Dalam strategi transformasi industri dan teknologi, menteri Negara riset dan teknologi/ketua bpp teknologi telah menetapkan prinsip-prinsip yang perlu dilakukan dalam penerapan iptek untuk pembangunan bangsa :
1). Pendidikan dan latihan;
2). Konsep yang harus jelas;
3). Pemecahan masalah yang nyata;
4). Mengembangkan sendiri teknologi;
5). Perlindungan (proteksi).
Dimana dalam pelaksanaannya strategi tersebut dilaksanakan dalam empat tahapan :
1). Penggunaan teknologi yang sudah ada untuk proses nilai tambah;
2). Integrasi teknologi;
3). Inovasi teknologi;
4). Penelitian dasar secara besar-besaran.
selanjutnya pelaksanaan tahapan strategi transformasi itu diperlukan wahana-wahana untuk melihat keberhasilan dari pelaksanaan strategi tersebut, wahana wahana itu, ialah :
1). Penerbangan;
2). Maritim dan perkapalan;
3). Alat transportasi darat;
4). Telekomunikasi dan elektronika;
5). Alat pembangkit energi;
6). Perekayasaan;
7). Alat dan mesin pertanian;
8). Pertahanan.
6. Sesuai dengan amanat gbhn, bahwa pembangunan iptek menunjang proses industrialisasi maka pelaksanaan strategi transformasi industri dan teknologi dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat (swasta). Strategi transformasi yang dilaksanakan oleh pemerintah antara lain dilaksanakan oleh badan pengelola industri strategis (bpis) yang mengkoordinasikan 10 industri strategis dimana masing-masing industri strategis tersebut membawakan misi atas wahana-wahana transformasi teknologi dan sementara ini industri strategis yang dimaksud dianggap sebagai center of excellent di bidangnya.
7. Melihat dari strategi transformasi teknologi & industri, maka program penguasaan dan teknologi pada tahap awal (tahap pertama, kedua, ketiga) lebih dititik beratkan pada aspek pengalihan dan penguasaan teknologi di industri, dengan dukungan laboratorium-laboratorium penunjang yang selama ini dikoordinasikan di bawah puspiptek. selanjutnya, pada tahap keempat (penelitian dasar) dari strategi transformasi itu yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laboratorium-laboratorium puspiptek dapat dikaitkan dengan lembaga litbang lainnya.
8. Pada tahun 1984, menteri negara riset dan teknologi/ketua bpp teknologi melihat waktu itu adanya kesimpang-siuran kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh lembaga litbang pemerintah. Oleh karena itu pada saat itu juga dibentuk suatu dewan yaitu dewan riset nasional, dimana dalam Salah satu tugasnya adalah mengkoordinasikan kegiatan litbang Baik di lembaga litbang pemerintah (seperti lpnd ristek, Balitbang departemen, perguruan tinggi) maupun swasta.
9. Dewan riset nasional anggotanya terdiri dari para pakar dan Manajer litbang, sejak berdirinya dewan tersebut telah Menghasilkan apa yang disebut dengan program utama nasional Riset dan ternologi (punas rister) yang meliputi :
1). Program utama kebutuhan dasar manusia;
2). Program utama sumberdaya alam dan energi;
3). Program utama industri;
4). Program utama pertahanan dan keamanan;
5). Program utama sosial, ekonomi, budaya, falsafah, hukum, dan perundang undangan.
10. Pencanangan punas ristek oleh drn, jika ditinjau dari pendekatan penguasaan dan pengembangan teknologi lebih mengarah kepada technology push, dimana penguasaan iptek didasarkan atas kegiatan penelitian karena rasa ingin tahu lebih banyak dan bagaimana pengembangan selanjutnya, tanpa atau sedikit mempertimbangkan aspek kebutuhan pasarnya.
11. Saat sekarang pelaksanaan punas ristek_oleh drn dengan mengkoordinasikan lembaga litbang pemerintah ialah dengan dikembangkannya kegiatan :
1). Hibah bersaing;
2). Riset unggulan terpadu i
3). Riset unggulan terpadu ii
4). Riset unggulan terpadu iii - bidang rekayasa.
12. Atas dasar kedua pendekatan tadi, maka dalam pelaksanaan program penguasaan dan pengembangan teknologi untuk menunjang proses industrialisasi disini barangkali keterkaitan kegiatan antar lembaga (industri/bpis, puspiptek, lpnd ristek, balitbang, perguruan tinggi) yang dapat dikembangkan adalah kegiatan dalam bidang rekayasa untuk menghasilkan produk inovasi baru maupun inovasi teknologi.
13. Selanjutnya hasil kegiatan rekayasa tersebut dapat dikembangkan di industri.
14. Sebagai bagian akhir, kedua pendekatan tersebut sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh gbhn 1993 khususnya dalam repelita vi, dimana bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam gbhn 1993 merupakan bidang tersendiri dengan memiliki 5 sektor :
1). Teknik produksi;
2). Teknologi;
3). Ilmu pengetahuan terapan;
4). Ilmu pengetahuan dasar;
5). Kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
sumber
*) http://leapidea.com/presentation?id=32
sumber
*) http://leapidea.com/presentation?id=32
Kebijakan dalam Perdagangan Internasional
Kebijakan Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Rumitnya perdagangan internasional disebabkan oleh hal-hal berikut.
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya. Barang-barang tersebut harus melewati berbagai macam peraturan seperti pabean (batas-batas wilayah yang dikenai pajak), yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan pemerintah.
3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran atau timbangan, hukum dalam perdagangan, dsb.
4. Sumber daya alam yang berbeda.
• Kebijakan perdagangan bebas
Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota.
• Kebijakan proteksi
Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi, sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing, maka proteksi akan dicabut.
Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Hambata itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut, yaitu:
1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
2. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara importir.
a. Harga barang melambung tinggi,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c. Meningktanya produksi di dalam negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir.
a. Harga barang turun,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c. Produksi di dalam negeri berkurang.
3. Dumping dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.
Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
4 Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
5 Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
sumber
*) UG Wartawarga
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya. Barang-barang tersebut harus melewati berbagai macam peraturan seperti pabean (batas-batas wilayah yang dikenai pajak), yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan pemerintah.
3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran atau timbangan, hukum dalam perdagangan, dsb.
4. Sumber daya alam yang berbeda.
• Kebijakan perdagangan bebas
Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota.
• Kebijakan proteksi
Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi, sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing, maka proteksi akan dicabut.
Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Hambata itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut, yaitu:
1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
2. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara importir.
a. Harga barang melambung tinggi,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c. Meningktanya produksi di dalam negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir.
a. Harga barang turun,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c. Produksi di dalam negeri berkurang.
3. Dumping dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.
Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
4 Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
5 Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
sumber
*) UG Wartawarga
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya tentang kemiskinan mencakup sbb:
*) Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
*) Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan masyarakat, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
*) Gambaran tentang kurangnya penghasilan...
sumber :
google
Pengangguran
*Pendahuluan
Dalam membedakan jenis-jenis pengangguran, terdapat dua cara untuk menggolongkannya yaitu :
- berdasarkan kepada sumber/penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut.
- berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud.
*Uraian
1. pengangguran normal atau friksional
pengangguran sebanyak dua tau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran normal atau friksional. pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja lain yang lebih baik. dalam perekonomian yang berkembang pesat pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja. maka pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. ini akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. mereka inilah yang digolongkan sebagai pengangguran normal.
2. pengangguran siklikal
adakalanya permintaan agregat lebih tinggi dan ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat menurun dengan banyaknya. misalnya, di negara-negara produsen bahan mentah pertanian, penurunan ini mungkin disebabkan kemerosotan dalam permintaan terhadap produksinya. kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup usahanya maka pengangguran akan bertambah. pengangguran yang wujud sperti ini dinamakan pengangguran siklikal.
3. pengangguran struktural
tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran. kemerosotan ini timbul oleh salah satu atau beberapa faktor berikut : wujudnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi mengurangi permintaan ke atas barang tersebut, biaya penegluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, dan ekspor produksi industri sangat menurun oleh karena persaingan yang serius dari negara-negara lain. kemerosotan ini akan menyebabakan kegiatan produksi dalam industri menurun dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. pengangguran yang terwujud digolongkan sebagai pengangguran struktural. dinamakan demikian karena disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi.
4. pengangguran teknologi
pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh adanya pergantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. racun lalang dan rumput misalnya telah mengurangi pengguna tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan, sawah dan lahan pertanian lainnya. begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubang, memotong rumput, membersihkan kawasan, dan memungut hasil. sedangkan di pabrik-pabrik adakalanya robot telah menggantikan kerja manusia. pengangguran yang ditimbulkan ini oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi.
1. pengangguran terbuka
tercipta sebagai akibat pertambahan lowomgan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. sebagai akibatnya dalam perkonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu dan oleh karenannya, dinamakan pengangguran terbuka. pengangguran terbuka dapat pula terwujud sebagai akibat dari kegiatan ekonomi yang menurun, dari kemajuan tekonologi yang mengurangi penggunaan tenaga kerja, atau sebagai akibat dari kemunduran perkembangan suatu industri.
2. pengangguran tersembunyi
pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyaknya faktor. antara lain faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan (apakah intensif buruh atau intensif modal) dan tingkat produksi yang dicapai. di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya dapat menjalankan suatu kegiatan dengan efisien. kelebihan tenaga kerja ini digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. contohnya pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan.
3. pengangguran bermusim
pengangguran ini terutama terdapat di sektor pertanian dan perikanan. pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. pada musim kemarau pula para pesawah tidak dapat mengerjakan tanahnya. di samping itu pada umumnya para pesawah tidak begitu aktif antara waktu sesudah menanam dan sesuai menuai. apabila dalam masa di atas para penyadap karet, nelayan dan pesawah tidak melakukan pekerjaan lain maka mereka terpaksa menganggur.
4. setengah menganggur
di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota adalah sangat pesat. sebagai akibat tidak semua orang yang pindah ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. sebagiannya terpaksa menjadi penganggur sepenuh waktu. di samping itu pula yang tidak menganggur tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. pekerja yang mempunyai masa kerja yang seperti ini digolongkan sebagai setengah menganggur (underemployment)
1. tujuan bersifat ekonomi
2. menyediakan lowongan pekerjaan
3. meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat
4. memperbaiki pembagian pendapatan
5. tujuan bersifat sosial dan politik
6. meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
7. menghindari masalah kejahatan
8. mewujudkan kestabilan politik
Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
Dalam membedakan jenis-jenis pengangguran, terdapat dua cara untuk menggolongkannya yaitu :
- berdasarkan kepada sumber/penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut.
- berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud.
*Uraian
- jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya
1. pengangguran normal atau friksional
pengangguran sebanyak dua tau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran normal atau friksional. pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja lain yang lebih baik. dalam perekonomian yang berkembang pesat pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja. maka pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. ini akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. mereka inilah yang digolongkan sebagai pengangguran normal.
2. pengangguran siklikal
adakalanya permintaan agregat lebih tinggi dan ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat menurun dengan banyaknya. misalnya, di negara-negara produsen bahan mentah pertanian, penurunan ini mungkin disebabkan kemerosotan dalam permintaan terhadap produksinya. kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup usahanya maka pengangguran akan bertambah. pengangguran yang wujud sperti ini dinamakan pengangguran siklikal.
3. pengangguran struktural
tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran. kemerosotan ini timbul oleh salah satu atau beberapa faktor berikut : wujudnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi mengurangi permintaan ke atas barang tersebut, biaya penegluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, dan ekspor produksi industri sangat menurun oleh karena persaingan yang serius dari negara-negara lain. kemerosotan ini akan menyebabakan kegiatan produksi dalam industri menurun dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. pengangguran yang terwujud digolongkan sebagai pengangguran struktural. dinamakan demikian karena disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi.
4. pengangguran teknologi
pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh adanya pergantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. racun lalang dan rumput misalnya telah mengurangi pengguna tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan, sawah dan lahan pertanian lainnya. begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubang, memotong rumput, membersihkan kawasan, dan memungut hasil. sedangkan di pabrik-pabrik adakalanya robot telah menggantikan kerja manusia. pengangguran yang ditimbulkan ini oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi.
- jenis pengangguran berdasarkan cirinya
1. pengangguran terbuka
tercipta sebagai akibat pertambahan lowomgan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. sebagai akibatnya dalam perkonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu dan oleh karenannya, dinamakan pengangguran terbuka. pengangguran terbuka dapat pula terwujud sebagai akibat dari kegiatan ekonomi yang menurun, dari kemajuan tekonologi yang mengurangi penggunaan tenaga kerja, atau sebagai akibat dari kemunduran perkembangan suatu industri.
2. pengangguran tersembunyi
pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyaknya faktor. antara lain faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan (apakah intensif buruh atau intensif modal) dan tingkat produksi yang dicapai. di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya dapat menjalankan suatu kegiatan dengan efisien. kelebihan tenaga kerja ini digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. contohnya pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan.
3. pengangguran bermusim
pengangguran ini terutama terdapat di sektor pertanian dan perikanan. pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. pada musim kemarau pula para pesawah tidak dapat mengerjakan tanahnya. di samping itu pada umumnya para pesawah tidak begitu aktif antara waktu sesudah menanam dan sesuai menuai. apabila dalam masa di atas para penyadap karet, nelayan dan pesawah tidak melakukan pekerjaan lain maka mereka terpaksa menganggur.
4. setengah menganggur
di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota adalah sangat pesat. sebagai akibat tidak semua orang yang pindah ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. sebagiannya terpaksa menjadi penganggur sepenuh waktu. di samping itu pula yang tidak menganggur tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. pekerja yang mempunyai masa kerja yang seperti ini digolongkan sebagai setengah menganggur (underemployment)
- beberapa tujuan kebijakan pemerintah
1. tujuan bersifat ekonomi
2. menyediakan lowongan pekerjaan
3. meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat
4. memperbaiki pembagian pendapatan
5. tujuan bersifat sosial dan politik
6. meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
7. menghindari masalah kejahatan
8. mewujudkan kestabilan politik
Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
Uang dan Pembiayaan Pembangunan
*Pendahuluan
berdasarkan ciri-ciri kegiatan perdagangan yang dijalankan dalam berbagai masyarakat (di masa lalu dan di masa kini) perekonomian dapat dibedakan kepada : perekonomian barter dan perekonomian uang. yang diartikan dengan perekonomian barter adalah suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat dimana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana, kegiatan tukar-menukar masih terbatas, dan jualbeli dilakukan secara pertukaran barang dengan barang. sedangkan perekonomian uang adalah perekonomian yang sudah menggunakan uang sebagai alat pertukaran dalam kegiatan perdagangan. semua negara di dunia ini sudah dapat digolongkan sebagai "perekonomian uang". kebanyakan perdagangan dilakukan dengan menggunakan uang. semakin modern suatu negara semakin penting peranan uang dalam menggalakkan kegiatan ekonomi.
*Uraian
DEFINISI DAN CIRI-CIRI UANG
uang diciptakan dalam perekonomian dengan tujuan untuk melancarkan kegiatan tukar-menukar dan perdagangan. maka uang selalu didefinisikan sebagai : benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantaraan untuk mengadakan tukar/menukar perdagangan. agar masyarakat menyetujui penggunaan suatu benda sebagai uang haruslah benda itu memenuhi syarat-syarat berikut :
fungsi uang dalam melancarkan kegiatan perdagangan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
1. uang sebagai perantara tukar menukar
dengan adanya uang, kegiatan tukar-menukar akan jauh lebih mudah dijalankan kalau dibandingkan dengan di dalam kegiatan perdagangan secara barter. seseorang yang ingin memperoleh berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan dapat dengan mudah memperolehnya apabila ia memiliki uang yang cukup untuk membeli kebutuhan tersebut. uang yang dimilikinya dapat dengan mudah ditukarkan dengan barang-barang yang diinginkan.kegiatan tukar-menukar lebih rumit di dalam perdagangan secara barter. tukar menukar baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu barang yang diingini oleh seseorang lainnya, dan orang lainnya itu memiliki barang yang diinginkan oleh orang yang pertama.
2. uang sebagai satuan nilai
yang dimaksudkan dengan satuan nilai adalah satuan ukuran yang menentukan besarnay nilai dari berbagai jenis barang. dengan adanya uang, nilai sesuatu barang dapat dengan mudah dinyatakan yaitu dengan menunjukkan jumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh barang tersebut. contohnya : dengan mengetahui bahwa harga sepatu adalah 50.000 rupiah sepasang dan baju 25.000 rupiah sehelai dengan mudah telah dapat diketahui perbandingan nilai dari barang tsb.
3. uang sebagai alat pembayaran yang tertunda
transaksi-transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali dilakukan dengan pembayaran yang tertunda, atau penjualan secara kredit. para pembeli memperoleh barangnya terlebih dahulu dan membayarnya pada masa yang akan datang. penggunaan uang sebagai alat perantaraan dalam tukar-menukar dapat mendorong perkembangan perdagangan yang bersifat demikian karena para penjual akan lebih merasa yakin bahwa pembayaran yang ditunda itu adalah sesuai dengan yang diharapkannya. dengan kata lain, mutu benda akan diperolehnya dimasa yang akan datang sebagai pembayaran penjualannya yaitu uang, akan sesuai dengan yang diharapkan pada waktu menjual barang. satu syarat penting agar fungsi yang yang ketiga ini dapat dijalankan dengan baik adalah bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil.
4. uang sebagai alat penyimpan nilai
uang juga merupakan alat penyimpan nilai yang lebih baik daripada menyimpan nilai dalam bentuk barang. ia tidak memerlukan biaya dan ruangan yang besar untuk menyimpannya. misalkan, bahwa nilai uang tidak mengalami perubahan berarti dari suatu periode ke periode lainnya. apabila harga-harga selalu mengalami kenaikan yang pesat nilai uang akan terus-menerus mengalami kemerosotan. maka kekayaan yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan kekayaan yang berbentuk barang. dalam keadaan yang demikian uang bukanlah alat penyimpan nilai yang baik.
JENIS UANG SEPANJANG SEJARAH
- penggunaan emas dan perak sebagai uang
jenis uang yang sudah lama digunakan dan yang selama kurang lebih dua puluh lima abad merupakan mata uang yang paling banyak digunakan oleh diberbagai negara adalah mata uang emas dan perak. emas dan perak mempunyai sifat-sifat yang menyebabkan dijadikannya sebagai uang adalah :
1. memerlukan tempat yang agak besar untuk menyimpannya
2. merupakan benda yang berat
3. sukar untuk ditambah jumlahnya
*Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
berdasarkan ciri-ciri kegiatan perdagangan yang dijalankan dalam berbagai masyarakat (di masa lalu dan di masa kini) perekonomian dapat dibedakan kepada : perekonomian barter dan perekonomian uang. yang diartikan dengan perekonomian barter adalah suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat dimana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana, kegiatan tukar-menukar masih terbatas, dan jualbeli dilakukan secara pertukaran barang dengan barang. sedangkan perekonomian uang adalah perekonomian yang sudah menggunakan uang sebagai alat pertukaran dalam kegiatan perdagangan. semua negara di dunia ini sudah dapat digolongkan sebagai "perekonomian uang". kebanyakan perdagangan dilakukan dengan menggunakan uang. semakin modern suatu negara semakin penting peranan uang dalam menggalakkan kegiatan ekonomi.
*Uraian
DEFINISI DAN CIRI-CIRI UANG
uang diciptakan dalam perekonomian dengan tujuan untuk melancarkan kegiatan tukar-menukar dan perdagangan. maka uang selalu didefinisikan sebagai : benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantaraan untuk mengadakan tukar/menukar perdagangan. agar masyarakat menyetujui penggunaan suatu benda sebagai uang haruslah benda itu memenuhi syarat-syarat berikut :
- nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
- mudah dibawa-bawa
- mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya
- tahan lama
- jumlah terbatas (tidak berlebih-lebihan)
- bendanya mempunyai mutu yang sama
fungsi uang dalam melancarkan kegiatan perdagangan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
1. uang sebagai perantara tukar menukar
dengan adanya uang, kegiatan tukar-menukar akan jauh lebih mudah dijalankan kalau dibandingkan dengan di dalam kegiatan perdagangan secara barter. seseorang yang ingin memperoleh berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan dapat dengan mudah memperolehnya apabila ia memiliki uang yang cukup untuk membeli kebutuhan tersebut. uang yang dimilikinya dapat dengan mudah ditukarkan dengan barang-barang yang diinginkan.kegiatan tukar-menukar lebih rumit di dalam perdagangan secara barter. tukar menukar baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu barang yang diingini oleh seseorang lainnya, dan orang lainnya itu memiliki barang yang diinginkan oleh orang yang pertama.
2. uang sebagai satuan nilai
yang dimaksudkan dengan satuan nilai adalah satuan ukuran yang menentukan besarnay nilai dari berbagai jenis barang. dengan adanya uang, nilai sesuatu barang dapat dengan mudah dinyatakan yaitu dengan menunjukkan jumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh barang tersebut. contohnya : dengan mengetahui bahwa harga sepatu adalah 50.000 rupiah sepasang dan baju 25.000 rupiah sehelai dengan mudah telah dapat diketahui perbandingan nilai dari barang tsb.
3. uang sebagai alat pembayaran yang tertunda
transaksi-transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali dilakukan dengan pembayaran yang tertunda, atau penjualan secara kredit. para pembeli memperoleh barangnya terlebih dahulu dan membayarnya pada masa yang akan datang. penggunaan uang sebagai alat perantaraan dalam tukar-menukar dapat mendorong perkembangan perdagangan yang bersifat demikian karena para penjual akan lebih merasa yakin bahwa pembayaran yang ditunda itu adalah sesuai dengan yang diharapkannya. dengan kata lain, mutu benda akan diperolehnya dimasa yang akan datang sebagai pembayaran penjualannya yaitu uang, akan sesuai dengan yang diharapkan pada waktu menjual barang. satu syarat penting agar fungsi yang yang ketiga ini dapat dijalankan dengan baik adalah bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil.
4. uang sebagai alat penyimpan nilai
uang juga merupakan alat penyimpan nilai yang lebih baik daripada menyimpan nilai dalam bentuk barang. ia tidak memerlukan biaya dan ruangan yang besar untuk menyimpannya. misalkan, bahwa nilai uang tidak mengalami perubahan berarti dari suatu periode ke periode lainnya. apabila harga-harga selalu mengalami kenaikan yang pesat nilai uang akan terus-menerus mengalami kemerosotan. maka kekayaan yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan kekayaan yang berbentuk barang. dalam keadaan yang demikian uang bukanlah alat penyimpan nilai yang baik.
JENIS UANG SEPANJANG SEJARAH
- penggunaan emas dan perak sebagai uang
jenis uang yang sudah lama digunakan dan yang selama kurang lebih dua puluh lima abad merupakan mata uang yang paling banyak digunakan oleh diberbagai negara adalah mata uang emas dan perak. emas dan perak mempunyai sifat-sifat yang menyebabkan dijadikannya sebagai uang adalah :
- banyak orang menyukai benda tersebut karena dapat digunakan sebagai perhiasan
- emas maupun perak mempunyai mutu yang sama
- kedua-duanya tidak mudah rusak tetapi dapat dengan mudah dibagi-bagi apabila diperlukan
- jumlah sangat terbatas dan untuk memperolehnya perlu biaya dan usaha
- kedua barang itu sangat stabil nilainya karena mereka tidak berubah mutunya dalam jangka panjang dan tidak mengalami kerusakan
1. memerlukan tempat yang agak besar untuk menyimpannya
2. merupakan benda yang berat
3. sukar untuk ditambah jumlahnya
*Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
Langganan:
Postingan (Atom)
Senin, 11 April 2011
5 langkah efektif dalam mencari kerja
Quinn Price, penasihat karier, memberikan lima trik mencari pekerjaan baru.
Ingin segera keluar dari kantor lama? Cari pekerjaan baru dengan cara yang efektif. Menurut Quinn Price, penasihat karier dan ahli manajemen, melakukan hal detail dalam mencari pekerjaan bisa mempermudah dan mempercepat dapatkan pekerjaan baru.
Price memberikan lima trik detail bagi Anda yang sedang mencari-cari pekerjaan baru. Ketahui trik-triknya yang dilansir dari Thirdage.com, agar Anda bisa cepat mendapatkan pekerjaan.
1. Detail pekerjaan
Dalam curiculum vitae (CV), tuliskan secara jelas detail pengalaman Anda. Buatlah yang membacanya mengerti dan mengetahui kelebihan Anda. Akan lebih baik jika Anda menonjolkan sesuatu yang sangat mereka butuhkan. Jadi tak ada salahnya untuk melakukan sedikit riset dan selalu memperbarui CV sebelum mengirimkannya.
2. Kata kunci
Masukan frase seperti ‘team-oriented problem solver’ saat mengirim surat lamaran secara online atau pun pos. Bukan hanya mencuri perhatian staf divisi sumber daya manusia menyortir lamaran, tetapi juga membantu resume Anda lebih mudah ditemukan secara online.
3. Jaringan
Manfaatkan semua jaringan yang Anda miliki, mulai dari teman kecil, tetangga, teman sekolah, teman kuliah hingga teman kerja. Lagipula, bagi perusahaan, lebih mudah merekrut seseorang yang sudah dikenal baik oleh karyawannya. Jadi, jangan segan untuk menanyakan lowongan pada orang-orang yang Anda kenal dekat.
4. Kenali kelebihan Anda
Daripada menuliskan banyak hal yang pernah Anda kerjakan sebelumnya, lebih baik tuliskan prestasi menonjol yang pernah dilakukan dalam pekerjaan. Cara ini membuat Anda terlihat lebih fokus menunjukan kelebihan.
5. Lakukan setiap hari
Setiap hari lakukan sesuatu hal yang terkait dengan mencari pekerjaan. Misalnya memperbarui CV, mengirimkan setidak dua lamaran dalam satu hari atau menghubungi teman untuk menanyakan lowongan. Menurut Price, jika dilakukan terus-menerus akan mempercepat Anda mendapatkan pekerjaan baru.
diambil dari sumber : vivanews.com
Ingin segera keluar dari kantor lama? Cari pekerjaan baru dengan cara yang efektif. Menurut Quinn Price, penasihat karier dan ahli manajemen, melakukan hal detail dalam mencari pekerjaan bisa mempermudah dan mempercepat dapatkan pekerjaan baru.
Price memberikan lima trik detail bagi Anda yang sedang mencari-cari pekerjaan baru. Ketahui trik-triknya yang dilansir dari Thirdage.com, agar Anda bisa cepat mendapatkan pekerjaan.
1. Detail pekerjaan
Dalam curiculum vitae (CV), tuliskan secara jelas detail pengalaman Anda. Buatlah yang membacanya mengerti dan mengetahui kelebihan Anda. Akan lebih baik jika Anda menonjolkan sesuatu yang sangat mereka butuhkan. Jadi tak ada salahnya untuk melakukan sedikit riset dan selalu memperbarui CV sebelum mengirimkannya.
2. Kata kunci
Masukan frase seperti ‘team-oriented problem solver’ saat mengirim surat lamaran secara online atau pun pos. Bukan hanya mencuri perhatian staf divisi sumber daya manusia menyortir lamaran, tetapi juga membantu resume Anda lebih mudah ditemukan secara online.
3. Jaringan
Manfaatkan semua jaringan yang Anda miliki, mulai dari teman kecil, tetangga, teman sekolah, teman kuliah hingga teman kerja. Lagipula, bagi perusahaan, lebih mudah merekrut seseorang yang sudah dikenal baik oleh karyawannya. Jadi, jangan segan untuk menanyakan lowongan pada orang-orang yang Anda kenal dekat.
4. Kenali kelebihan Anda
Daripada menuliskan banyak hal yang pernah Anda kerjakan sebelumnya, lebih baik tuliskan prestasi menonjol yang pernah dilakukan dalam pekerjaan. Cara ini membuat Anda terlihat lebih fokus menunjukan kelebihan.
5. Lakukan setiap hari
Setiap hari lakukan sesuatu hal yang terkait dengan mencari pekerjaan. Misalnya memperbarui CV, mengirimkan setidak dua lamaran dalam satu hari atau menghubungi teman untuk menanyakan lowongan. Menurut Price, jika dilakukan terus-menerus akan mempercepat Anda mendapatkan pekerjaan baru.
diambil dari sumber : vivanews.com
Sabtu, 09 April 2011
Lari adalah Rahasia Panjang Umur
VIVAnews – Peneliti telah menemukan rahasia untuk hidup sehat sekaligus berumur panjang. Resepnya adalah berlari. Ya, lari. Cara itu tidak muluk-muluk, tapi terbukti berhasil meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur. “Banyak manfaat yang diperoleh dari berlari,” kata Joann Manson, kepala pengobatan preventif di Rumah Sakit Brigham, Boston. Inilah 10 manfaat yang dapat Anda peroleh dari berlari seperti dikutip dari Runner’s World.
1. Melatih berpikir cepatKaryawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak. Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.
2. Membuat tidur lebih nyenyakDengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17. Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38. Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.
3. Memperkuat tulangPeneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya. Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda. Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.
4. Menghindari disfungsi seksualPria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi seksual.
5. Menjaga ketajaman daya ingatSebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi resiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.
6. Mengurangi bersinBerdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi resiko terkena infeksi saluran pernafasan. Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.
7. Mempermudah bernafasPeneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin. Setelah tiga bulan, nafas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi. Mereka pun dapat bernafas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.
8. Membuat Anda berpikir panjangOrang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.
9. Menjaga tekanan darahOrang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.
10. Membuat Anda berumur panjangSebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.
sumber : VIVA-news
1. Melatih berpikir cepatKaryawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak. Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.
2. Membuat tidur lebih nyenyakDengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17. Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38. Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.
3. Memperkuat tulangPeneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya. Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda. Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.
4. Menghindari disfungsi seksualPria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi seksual.
5. Menjaga ketajaman daya ingatSebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi resiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.
6. Mengurangi bersinBerdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi resiko terkena infeksi saluran pernafasan. Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.
7. Mempermudah bernafasPeneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin. Setelah tiga bulan, nafas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi. Mereka pun dapat bernafas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.
8. Membuat Anda berpikir panjangOrang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.
9. Menjaga tekanan darahOrang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.
10. Membuat Anda berumur panjangSebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.
sumber : VIVA-news
Transformasi Industri
1. Dalam gbhn 1993 disebutkan bahwa sasaran pembangunan khususnya bidang iptek, ialah :
peningkatan kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dilaksanakan dengan mengutamakan peningratan kemampuan alih ternologi melalui perubahan dan pembaharuan teknologi yang didukung olehpengembangan remampuan sumber daya nanusia, sarana dan 9 prasarana penelitian dan pengembangan yang memadai, serta peningratan mutu pendidiran sehingga mampu mendukung upaya penguatan, pendalaman dan perluasan industri dalam rangka menunjang proses industrialisasi menuju terwujudnya bangsa indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.
2. Oleh karena itu kebijaksanaan pembangunan dibidang iptek yang ditempuh :
a. Pembangunan iptek dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan pengusaha, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya ketangguhan dan keunggulan bangsa.
b. Pembangunan iptek harus ditunjang oleh kemampuan pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan teknik produksi, teknologi, ilmu pengetahuan terapan dan ilmu pengetahuandasar secara seimbang dalam hubungan yang dinamis dan efektif antara pembinaan sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi,Pelaksanaan penelitian dan pengembangan, serta rekayasa dan produksi barang dan jasa.
c. Penguasaan iptek terus ditingkatkan dan diarahkan untuk menaikkan tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup bangsa yang harus selaras dengan nilai-nilai agama, nilai luhur budaya bangsa, kondisi sosial budaya, dan lingkungan hidup.
d. Pembangunan kelembagaan iptek perlu ditingkatkan untuk mencapai produktivitas, efisiensi, dan efektivitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi dalam rangka pemanfaatan dan penguasaan teknologi yang memberikan nilai tambah serta memberikan pemecahan masalah konkret dalam pembangunan program penguasaan dan pengembangan teknologi.
3. Sesungguhnya, selama ini menteri negara riset dan teknologi / ketua bpp teknologi telah menuangkan kebijakan dalam rangka penguasaan dan pengembangan teknologi menunjang proses industrialisasi melalui 2(dua) pendekatan yaitu :
Pertama : pendekatan "market pull/driven"ialah program penguasaan dan pengembangan teknologi yang didasarkan atas penguasaan teknologi baik teknologi manufakturing maupun teknologi produk sesuai dengan kebutuhan/permintaan pasar dengan cara mengalihkan teknologi dari negara sumber teknologi, dan kemudian dikembangkan oleh kita sendiri.
Kedua : pendekatan "technology push ialah program penguasaan dan pengembangan teknologi yang didasarkan atas/melalui kegiatan, litbang dalam rangka inovasi teknologi maupun kegiatan rekayasa.
4. Kebijakan yang ditempuh atas dasar pendekatan "marret pull/driven ", apa yang sudah kita kenal selama ini yaitu strategi transformasi industri dan teknologi, yang merupakan strategi untuk mengalihkan dan menguasai teknologi, yang dalam pelaksanaannya mengadakan dengan jalan pintas melalui pengalihan teknologi dari negara-negara yang sudah maju teknologinya.
5. Dalam strategi transformasi industri dan teknologi, menteri Negara riset dan teknologi/ketua bpp teknologi telah menetapkan prinsip-prinsip yang perlu dilakukan dalam penerapan iptek untuk pembangunan bangsa :
1). Pendidikan dan latihan;
2). Konsep yang harus jelas;
3). Pemecahan masalah yang nyata;
4). Mengembangkan sendiri teknologi;
5). Perlindungan (proteksi).
Dimana dalam pelaksanaannya strategi tersebut dilaksanakan dalam empat tahapan :
1). Penggunaan teknologi yang sudah ada untuk proses nilai tambah;
2). Integrasi teknologi;
3). Inovasi teknologi;
4). Penelitian dasar secara besar-besaran.
selanjutnya pelaksanaan tahapan strategi transformasi itu diperlukan wahana-wahana untuk melihat keberhasilan dari pelaksanaan strategi tersebut, wahana wahana itu, ialah :
1). Penerbangan;
2). Maritim dan perkapalan;
3). Alat transportasi darat;
4). Telekomunikasi dan elektronika;
5). Alat pembangkit energi;
6). Perekayasaan;
7). Alat dan mesin pertanian;
8). Pertahanan.
6. Sesuai dengan amanat gbhn, bahwa pembangunan iptek menunjang proses industrialisasi maka pelaksanaan strategi transformasi industri dan teknologi dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat (swasta). Strategi transformasi yang dilaksanakan oleh pemerintah antara lain dilaksanakan oleh badan pengelola industri strategis (bpis) yang mengkoordinasikan 10 industri strategis dimana masing-masing industri strategis tersebut membawakan misi atas wahana-wahana transformasi teknologi dan sementara ini industri strategis yang dimaksud dianggap sebagai center of excellent di bidangnya.
7. Melihat dari strategi transformasi teknologi & industri, maka program penguasaan dan teknologi pada tahap awal (tahap pertama, kedua, ketiga) lebih dititik beratkan pada aspek pengalihan dan penguasaan teknologi di industri, dengan dukungan laboratorium-laboratorium penunjang yang selama ini dikoordinasikan di bawah puspiptek. selanjutnya, pada tahap keempat (penelitian dasar) dari strategi transformasi itu yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laboratorium-laboratorium puspiptek dapat dikaitkan dengan lembaga litbang lainnya.
8. Pada tahun 1984, menteri negara riset dan teknologi/ketua bpp teknologi melihat waktu itu adanya kesimpang-siuran kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh lembaga litbang pemerintah. Oleh karena itu pada saat itu juga dibentuk suatu dewan yaitu dewan riset nasional, dimana dalam Salah satu tugasnya adalah mengkoordinasikan kegiatan litbang Baik di lembaga litbang pemerintah (seperti lpnd ristek, Balitbang departemen, perguruan tinggi) maupun swasta.
9. Dewan riset nasional anggotanya terdiri dari para pakar dan Manajer litbang, sejak berdirinya dewan tersebut telah Menghasilkan apa yang disebut dengan program utama nasional Riset dan ternologi (punas rister) yang meliputi :
1). Program utama kebutuhan dasar manusia;
2). Program utama sumberdaya alam dan energi;
3). Program utama industri;
4). Program utama pertahanan dan keamanan;
5). Program utama sosial, ekonomi, budaya, falsafah, hukum, dan perundang undangan.
10. Pencanangan punas ristek oleh drn, jika ditinjau dari pendekatan penguasaan dan pengembangan teknologi lebih mengarah kepada technology push, dimana penguasaan iptek didasarkan atas kegiatan penelitian karena rasa ingin tahu lebih banyak dan bagaimana pengembangan selanjutnya, tanpa atau sedikit mempertimbangkan aspek kebutuhan pasarnya.
11. Saat sekarang pelaksanaan punas ristek_oleh drn dengan mengkoordinasikan lembaga litbang pemerintah ialah dengan dikembangkannya kegiatan :
1). Hibah bersaing;
2). Riset unggulan terpadu i
3). Riset unggulan terpadu ii
4). Riset unggulan terpadu iii - bidang rekayasa.
12. Atas dasar kedua pendekatan tadi, maka dalam pelaksanaan program penguasaan dan pengembangan teknologi untuk menunjang proses industrialisasi disini barangkali keterkaitan kegiatan antar lembaga (industri/bpis, puspiptek, lpnd ristek, balitbang, perguruan tinggi) yang dapat dikembangkan adalah kegiatan dalam bidang rekayasa untuk menghasilkan produk inovasi baru maupun inovasi teknologi.
13. Selanjutnya hasil kegiatan rekayasa tersebut dapat dikembangkan di industri.
14. Sebagai bagian akhir, kedua pendekatan tersebut sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh gbhn 1993 khususnya dalam repelita vi, dimana bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam gbhn 1993 merupakan bidang tersendiri dengan memiliki 5 sektor :
1). Teknik produksi;
2). Teknologi;
3). Ilmu pengetahuan terapan;
4). Ilmu pengetahuan dasar;
5). Kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
sumber
*) http://leapidea.com/presentation?id=32
sumber
*) http://leapidea.com/presentation?id=32
Kebijakan dalam Perdagangan Internasional
Kebijakan Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Rumitnya perdagangan internasional disebabkan oleh hal-hal berikut.
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya. Barang-barang tersebut harus melewati berbagai macam peraturan seperti pabean (batas-batas wilayah yang dikenai pajak), yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan pemerintah.
3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran atau timbangan, hukum dalam perdagangan, dsb.
4. Sumber daya alam yang berbeda.
• Kebijakan perdagangan bebas
Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota.
• Kebijakan proteksi
Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi, sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing, maka proteksi akan dicabut.
Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Hambata itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut, yaitu:
1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
2. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara importir.
a. Harga barang melambung tinggi,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c. Meningktanya produksi di dalam negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir.
a. Harga barang turun,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c. Produksi di dalam negeri berkurang.
3. Dumping dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.
Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
4 Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
5 Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
sumber
*) UG Wartawarga
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya. Barang-barang tersebut harus melewati berbagai macam peraturan seperti pabean (batas-batas wilayah yang dikenai pajak), yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan pemerintah.
3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran atau timbangan, hukum dalam perdagangan, dsb.
4. Sumber daya alam yang berbeda.
• Kebijakan perdagangan bebas
Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota.
• Kebijakan proteksi
Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi, sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing, maka proteksi akan dicabut.
Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Hambata itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut, yaitu:
1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
2. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara importir.
a. Harga barang melambung tinggi,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c. Meningktanya produksi di dalam negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir.
a. Harga barang turun,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c. Produksi di dalam negeri berkurang.
3. Dumping dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.
Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
4 Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
5 Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
sumber
*) UG Wartawarga
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya tentang kemiskinan mencakup sbb:
*) Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
*) Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan masyarakat, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
*) Gambaran tentang kurangnya penghasilan...
sumber :
google
Pengangguran
*Pendahuluan
Dalam membedakan jenis-jenis pengangguran, terdapat dua cara untuk menggolongkannya yaitu :
- berdasarkan kepada sumber/penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut.
- berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud.
*Uraian
1. pengangguran normal atau friksional
pengangguran sebanyak dua tau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran normal atau friksional. pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja lain yang lebih baik. dalam perekonomian yang berkembang pesat pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja. maka pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. ini akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. mereka inilah yang digolongkan sebagai pengangguran normal.
2. pengangguran siklikal
adakalanya permintaan agregat lebih tinggi dan ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat menurun dengan banyaknya. misalnya, di negara-negara produsen bahan mentah pertanian, penurunan ini mungkin disebabkan kemerosotan dalam permintaan terhadap produksinya. kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup usahanya maka pengangguran akan bertambah. pengangguran yang wujud sperti ini dinamakan pengangguran siklikal.
3. pengangguran struktural
tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran. kemerosotan ini timbul oleh salah satu atau beberapa faktor berikut : wujudnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi mengurangi permintaan ke atas barang tersebut, biaya penegluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, dan ekspor produksi industri sangat menurun oleh karena persaingan yang serius dari negara-negara lain. kemerosotan ini akan menyebabakan kegiatan produksi dalam industri menurun dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. pengangguran yang terwujud digolongkan sebagai pengangguran struktural. dinamakan demikian karena disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi.
4. pengangguran teknologi
pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh adanya pergantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. racun lalang dan rumput misalnya telah mengurangi pengguna tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan, sawah dan lahan pertanian lainnya. begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubang, memotong rumput, membersihkan kawasan, dan memungut hasil. sedangkan di pabrik-pabrik adakalanya robot telah menggantikan kerja manusia. pengangguran yang ditimbulkan ini oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi.
1. pengangguran terbuka
tercipta sebagai akibat pertambahan lowomgan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. sebagai akibatnya dalam perkonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu dan oleh karenannya, dinamakan pengangguran terbuka. pengangguran terbuka dapat pula terwujud sebagai akibat dari kegiatan ekonomi yang menurun, dari kemajuan tekonologi yang mengurangi penggunaan tenaga kerja, atau sebagai akibat dari kemunduran perkembangan suatu industri.
2. pengangguran tersembunyi
pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyaknya faktor. antara lain faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan (apakah intensif buruh atau intensif modal) dan tingkat produksi yang dicapai. di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya dapat menjalankan suatu kegiatan dengan efisien. kelebihan tenaga kerja ini digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. contohnya pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan.
3. pengangguran bermusim
pengangguran ini terutama terdapat di sektor pertanian dan perikanan. pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. pada musim kemarau pula para pesawah tidak dapat mengerjakan tanahnya. di samping itu pada umumnya para pesawah tidak begitu aktif antara waktu sesudah menanam dan sesuai menuai. apabila dalam masa di atas para penyadap karet, nelayan dan pesawah tidak melakukan pekerjaan lain maka mereka terpaksa menganggur.
4. setengah menganggur
di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota adalah sangat pesat. sebagai akibat tidak semua orang yang pindah ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. sebagiannya terpaksa menjadi penganggur sepenuh waktu. di samping itu pula yang tidak menganggur tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. pekerja yang mempunyai masa kerja yang seperti ini digolongkan sebagai setengah menganggur (underemployment)
1. tujuan bersifat ekonomi
2. menyediakan lowongan pekerjaan
3. meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat
4. memperbaiki pembagian pendapatan
5. tujuan bersifat sosial dan politik
6. meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
7. menghindari masalah kejahatan
8. mewujudkan kestabilan politik
Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
Dalam membedakan jenis-jenis pengangguran, terdapat dua cara untuk menggolongkannya yaitu :
- berdasarkan kepada sumber/penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut.
- berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud.
*Uraian
- jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya
1. pengangguran normal atau friksional
pengangguran sebanyak dua tau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran normal atau friksional. pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja lain yang lebih baik. dalam perekonomian yang berkembang pesat pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja. maka pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. ini akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. mereka inilah yang digolongkan sebagai pengangguran normal.
2. pengangguran siklikal
adakalanya permintaan agregat lebih tinggi dan ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat menurun dengan banyaknya. misalnya, di negara-negara produsen bahan mentah pertanian, penurunan ini mungkin disebabkan kemerosotan dalam permintaan terhadap produksinya. kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup usahanya maka pengangguran akan bertambah. pengangguran yang wujud sperti ini dinamakan pengangguran siklikal.
3. pengangguran struktural
tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran. kemerosotan ini timbul oleh salah satu atau beberapa faktor berikut : wujudnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi mengurangi permintaan ke atas barang tersebut, biaya penegluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, dan ekspor produksi industri sangat menurun oleh karena persaingan yang serius dari negara-negara lain. kemerosotan ini akan menyebabakan kegiatan produksi dalam industri menurun dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. pengangguran yang terwujud digolongkan sebagai pengangguran struktural. dinamakan demikian karena disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi.
4. pengangguran teknologi
pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh adanya pergantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. racun lalang dan rumput misalnya telah mengurangi pengguna tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan, sawah dan lahan pertanian lainnya. begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubang, memotong rumput, membersihkan kawasan, dan memungut hasil. sedangkan di pabrik-pabrik adakalanya robot telah menggantikan kerja manusia. pengangguran yang ditimbulkan ini oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi.
- jenis pengangguran berdasarkan cirinya
1. pengangguran terbuka
tercipta sebagai akibat pertambahan lowomgan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. sebagai akibatnya dalam perkonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu dan oleh karenannya, dinamakan pengangguran terbuka. pengangguran terbuka dapat pula terwujud sebagai akibat dari kegiatan ekonomi yang menurun, dari kemajuan tekonologi yang mengurangi penggunaan tenaga kerja, atau sebagai akibat dari kemunduran perkembangan suatu industri.
2. pengangguran tersembunyi
pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyaknya faktor. antara lain faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan (apakah intensif buruh atau intensif modal) dan tingkat produksi yang dicapai. di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya dapat menjalankan suatu kegiatan dengan efisien. kelebihan tenaga kerja ini digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. contohnya pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan.
3. pengangguran bermusim
pengangguran ini terutama terdapat di sektor pertanian dan perikanan. pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. pada musim kemarau pula para pesawah tidak dapat mengerjakan tanahnya. di samping itu pada umumnya para pesawah tidak begitu aktif antara waktu sesudah menanam dan sesuai menuai. apabila dalam masa di atas para penyadap karet, nelayan dan pesawah tidak melakukan pekerjaan lain maka mereka terpaksa menganggur.
4. setengah menganggur
di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota adalah sangat pesat. sebagai akibat tidak semua orang yang pindah ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. sebagiannya terpaksa menjadi penganggur sepenuh waktu. di samping itu pula yang tidak menganggur tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. pekerja yang mempunyai masa kerja yang seperti ini digolongkan sebagai setengah menganggur (underemployment)
- beberapa tujuan kebijakan pemerintah
1. tujuan bersifat ekonomi
2. menyediakan lowongan pekerjaan
3. meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat
4. memperbaiki pembagian pendapatan
5. tujuan bersifat sosial dan politik
6. meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
7. menghindari masalah kejahatan
8. mewujudkan kestabilan politik
Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
Uang dan Pembiayaan Pembangunan
*Pendahuluan
berdasarkan ciri-ciri kegiatan perdagangan yang dijalankan dalam berbagai masyarakat (di masa lalu dan di masa kini) perekonomian dapat dibedakan kepada : perekonomian barter dan perekonomian uang. yang diartikan dengan perekonomian barter adalah suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat dimana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana, kegiatan tukar-menukar masih terbatas, dan jualbeli dilakukan secara pertukaran barang dengan barang. sedangkan perekonomian uang adalah perekonomian yang sudah menggunakan uang sebagai alat pertukaran dalam kegiatan perdagangan. semua negara di dunia ini sudah dapat digolongkan sebagai "perekonomian uang". kebanyakan perdagangan dilakukan dengan menggunakan uang. semakin modern suatu negara semakin penting peranan uang dalam menggalakkan kegiatan ekonomi.
*Uraian
DEFINISI DAN CIRI-CIRI UANG
uang diciptakan dalam perekonomian dengan tujuan untuk melancarkan kegiatan tukar-menukar dan perdagangan. maka uang selalu didefinisikan sebagai : benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantaraan untuk mengadakan tukar/menukar perdagangan. agar masyarakat menyetujui penggunaan suatu benda sebagai uang haruslah benda itu memenuhi syarat-syarat berikut :
fungsi uang dalam melancarkan kegiatan perdagangan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
1. uang sebagai perantara tukar menukar
dengan adanya uang, kegiatan tukar-menukar akan jauh lebih mudah dijalankan kalau dibandingkan dengan di dalam kegiatan perdagangan secara barter. seseorang yang ingin memperoleh berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan dapat dengan mudah memperolehnya apabila ia memiliki uang yang cukup untuk membeli kebutuhan tersebut. uang yang dimilikinya dapat dengan mudah ditukarkan dengan barang-barang yang diinginkan.kegiatan tukar-menukar lebih rumit di dalam perdagangan secara barter. tukar menukar baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu barang yang diingini oleh seseorang lainnya, dan orang lainnya itu memiliki barang yang diinginkan oleh orang yang pertama.
2. uang sebagai satuan nilai
yang dimaksudkan dengan satuan nilai adalah satuan ukuran yang menentukan besarnay nilai dari berbagai jenis barang. dengan adanya uang, nilai sesuatu barang dapat dengan mudah dinyatakan yaitu dengan menunjukkan jumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh barang tersebut. contohnya : dengan mengetahui bahwa harga sepatu adalah 50.000 rupiah sepasang dan baju 25.000 rupiah sehelai dengan mudah telah dapat diketahui perbandingan nilai dari barang tsb.
3. uang sebagai alat pembayaran yang tertunda
transaksi-transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali dilakukan dengan pembayaran yang tertunda, atau penjualan secara kredit. para pembeli memperoleh barangnya terlebih dahulu dan membayarnya pada masa yang akan datang. penggunaan uang sebagai alat perantaraan dalam tukar-menukar dapat mendorong perkembangan perdagangan yang bersifat demikian karena para penjual akan lebih merasa yakin bahwa pembayaran yang ditunda itu adalah sesuai dengan yang diharapkannya. dengan kata lain, mutu benda akan diperolehnya dimasa yang akan datang sebagai pembayaran penjualannya yaitu uang, akan sesuai dengan yang diharapkan pada waktu menjual barang. satu syarat penting agar fungsi yang yang ketiga ini dapat dijalankan dengan baik adalah bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil.
4. uang sebagai alat penyimpan nilai
uang juga merupakan alat penyimpan nilai yang lebih baik daripada menyimpan nilai dalam bentuk barang. ia tidak memerlukan biaya dan ruangan yang besar untuk menyimpannya. misalkan, bahwa nilai uang tidak mengalami perubahan berarti dari suatu periode ke periode lainnya. apabila harga-harga selalu mengalami kenaikan yang pesat nilai uang akan terus-menerus mengalami kemerosotan. maka kekayaan yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan kekayaan yang berbentuk barang. dalam keadaan yang demikian uang bukanlah alat penyimpan nilai yang baik.
JENIS UANG SEPANJANG SEJARAH
- penggunaan emas dan perak sebagai uang
jenis uang yang sudah lama digunakan dan yang selama kurang lebih dua puluh lima abad merupakan mata uang yang paling banyak digunakan oleh diberbagai negara adalah mata uang emas dan perak. emas dan perak mempunyai sifat-sifat yang menyebabkan dijadikannya sebagai uang adalah :
1. memerlukan tempat yang agak besar untuk menyimpannya
2. merupakan benda yang berat
3. sukar untuk ditambah jumlahnya
*Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
berdasarkan ciri-ciri kegiatan perdagangan yang dijalankan dalam berbagai masyarakat (di masa lalu dan di masa kini) perekonomian dapat dibedakan kepada : perekonomian barter dan perekonomian uang. yang diartikan dengan perekonomian barter adalah suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat dimana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana, kegiatan tukar-menukar masih terbatas, dan jualbeli dilakukan secara pertukaran barang dengan barang. sedangkan perekonomian uang adalah perekonomian yang sudah menggunakan uang sebagai alat pertukaran dalam kegiatan perdagangan. semua negara di dunia ini sudah dapat digolongkan sebagai "perekonomian uang". kebanyakan perdagangan dilakukan dengan menggunakan uang. semakin modern suatu negara semakin penting peranan uang dalam menggalakkan kegiatan ekonomi.
*Uraian
DEFINISI DAN CIRI-CIRI UANG
uang diciptakan dalam perekonomian dengan tujuan untuk melancarkan kegiatan tukar-menukar dan perdagangan. maka uang selalu didefinisikan sebagai : benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantaraan untuk mengadakan tukar/menukar perdagangan. agar masyarakat menyetujui penggunaan suatu benda sebagai uang haruslah benda itu memenuhi syarat-syarat berikut :
- nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
- mudah dibawa-bawa
- mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya
- tahan lama
- jumlah terbatas (tidak berlebih-lebihan)
- bendanya mempunyai mutu yang sama
fungsi uang dalam melancarkan kegiatan perdagangan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
1. uang sebagai perantara tukar menukar
dengan adanya uang, kegiatan tukar-menukar akan jauh lebih mudah dijalankan kalau dibandingkan dengan di dalam kegiatan perdagangan secara barter. seseorang yang ingin memperoleh berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan dapat dengan mudah memperolehnya apabila ia memiliki uang yang cukup untuk membeli kebutuhan tersebut. uang yang dimilikinya dapat dengan mudah ditukarkan dengan barang-barang yang diinginkan.kegiatan tukar-menukar lebih rumit di dalam perdagangan secara barter. tukar menukar baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu barang yang diingini oleh seseorang lainnya, dan orang lainnya itu memiliki barang yang diinginkan oleh orang yang pertama.
2. uang sebagai satuan nilai
yang dimaksudkan dengan satuan nilai adalah satuan ukuran yang menentukan besarnay nilai dari berbagai jenis barang. dengan adanya uang, nilai sesuatu barang dapat dengan mudah dinyatakan yaitu dengan menunjukkan jumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh barang tersebut. contohnya : dengan mengetahui bahwa harga sepatu adalah 50.000 rupiah sepasang dan baju 25.000 rupiah sehelai dengan mudah telah dapat diketahui perbandingan nilai dari barang tsb.
3. uang sebagai alat pembayaran yang tertunda
transaksi-transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali dilakukan dengan pembayaran yang tertunda, atau penjualan secara kredit. para pembeli memperoleh barangnya terlebih dahulu dan membayarnya pada masa yang akan datang. penggunaan uang sebagai alat perantaraan dalam tukar-menukar dapat mendorong perkembangan perdagangan yang bersifat demikian karena para penjual akan lebih merasa yakin bahwa pembayaran yang ditunda itu adalah sesuai dengan yang diharapkannya. dengan kata lain, mutu benda akan diperolehnya dimasa yang akan datang sebagai pembayaran penjualannya yaitu uang, akan sesuai dengan yang diharapkan pada waktu menjual barang. satu syarat penting agar fungsi yang yang ketiga ini dapat dijalankan dengan baik adalah bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil.
4. uang sebagai alat penyimpan nilai
uang juga merupakan alat penyimpan nilai yang lebih baik daripada menyimpan nilai dalam bentuk barang. ia tidak memerlukan biaya dan ruangan yang besar untuk menyimpannya. misalkan, bahwa nilai uang tidak mengalami perubahan berarti dari suatu periode ke periode lainnya. apabila harga-harga selalu mengalami kenaikan yang pesat nilai uang akan terus-menerus mengalami kemerosotan. maka kekayaan yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan kekayaan yang berbentuk barang. dalam keadaan yang demikian uang bukanlah alat penyimpan nilai yang baik.
JENIS UANG SEPANJANG SEJARAH
- penggunaan emas dan perak sebagai uang
jenis uang yang sudah lama digunakan dan yang selama kurang lebih dua puluh lima abad merupakan mata uang yang paling banyak digunakan oleh diberbagai negara adalah mata uang emas dan perak. emas dan perak mempunyai sifat-sifat yang menyebabkan dijadikannya sebagai uang adalah :
- banyak orang menyukai benda tersebut karena dapat digunakan sebagai perhiasan
- emas maupun perak mempunyai mutu yang sama
- kedua-duanya tidak mudah rusak tetapi dapat dengan mudah dibagi-bagi apabila diperlukan
- jumlah sangat terbatas dan untuk memperolehnya perlu biaya dan usaha
- kedua barang itu sangat stabil nilainya karena mereka tidak berubah mutunya dalam jangka panjang dan tidak mengalami kerusakan
1. memerlukan tempat yang agak besar untuk menyimpannya
2. merupakan benda yang berat
3. sukar untuk ditambah jumlahnya
*Daftar pustaka
Sukirno,Sadono.2004.Makroekonomi TeoriPengantar EdisiKetiga.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada
Langganan:
Postingan (Atom)